Kementan: Optimalkan Lahan Pekarangan Rumah untuk Bertani
Senin, 21 Desember 2020 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
“Lomba KWT mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan tidur di sekitar lingkungan warga dimanfaatkan untuk bertani. Pengeluaran keluarga bisa lebih hemat dan dapur hidup di pekarangan,” kata Kabid Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Kukar, Ananias.
Dari 11 KWT terpilih empat KWT terbaik yakni Garden Family raih skor 906, Anggrek (888), Pelangi (861) dan Tulip (860). Skor merujuk hasil survei dinamika, kebun dan produk olahan tiap KWT. Peserta lomba merupakan binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Loa Janan, yang digagas dalam kaitan syukuran desa dan Hari Ibu, yang diperingati tiap 22 Desember.
(Baca juga:Jangan Teori Saja, Mentan SYL Minta Mahasiswa Ikut Jaga Ketahanan Pangan)
Inisiatif Pemkab Kukar sejalan dengan seruan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa insan pertanian di seluruh Indonesia untuk bekerja keras mendukung ketahanan pangan, termasuk ibu rumah tangga untuk mengembangkan KWT di lingkungan masing-masing, seperti halnya KWT di Desa Tani Harapan, Kukar yang mendukung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
“Pengembangan P2L oleh KWT solusi tepat bagi kaum wanita memanfaatkan sumber pangan dari pekarangan sekaligus menangkal pandemi korona dari kegiatan bertani,” kata Dedi Nursyamsi.
(Baca juga:Miris Petani Milenial di Kota Cimahi Hanya Ada 12 Orang, Ketahanan Pangan Terancam)
Dari 11 KWT terpilih empat KWT terbaik yakni Garden Family raih skor 906, Anggrek (888), Pelangi (861) dan Tulip (860). Skor merujuk hasil survei dinamika, kebun dan produk olahan tiap KWT. Peserta lomba merupakan binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Loa Janan, yang digagas dalam kaitan syukuran desa dan Hari Ibu, yang diperingati tiap 22 Desember.
(Baca juga:Jangan Teori Saja, Mentan SYL Minta Mahasiswa Ikut Jaga Ketahanan Pangan)
Inisiatif Pemkab Kukar sejalan dengan seruan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa insan pertanian di seluruh Indonesia untuk bekerja keras mendukung ketahanan pangan, termasuk ibu rumah tangga untuk mengembangkan KWT di lingkungan masing-masing, seperti halnya KWT di Desa Tani Harapan, Kukar yang mendukung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
“Pengembangan P2L oleh KWT solusi tepat bagi kaum wanita memanfaatkan sumber pangan dari pekarangan sekaligus menangkal pandemi korona dari kegiatan bertani,” kata Dedi Nursyamsi.
(Baca juga:Miris Petani Milenial di Kota Cimahi Hanya Ada 12 Orang, Ketahanan Pangan Terancam)
Lihat Juga :