BTN Siapkan Uang Tunai Rp19,9 Triliun Jamin Kebutuhan Natal dan Tahun Baru
Senin, 21 Desember 2020 - 23:37 WIB
loading...
BTN menyiapkan dana tunai senilai total Rp19,9 triliun untuk menjamin kebutuhan dana nasabahnya selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN menyiapkan dana tunai senilai total Rp19,9 triliun untuk menjamin kebutuhan dana nasabahnya selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 . Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman menuturkan, dana tunai tersebut disiapkan perseroan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
“Kami proyeksikan total dana tunai yang kami siapkan tersebut dapat menjamin tercukupinya kebutuhan dana tunai bagi nasabah selama 14 hari terhitung dari 21 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021,” kata Ari di Jakarta, Senin (21/12/2020).
(Baca Juga: Kolaborasi Bank BTN dengan AFD Prancis dalam Pembiayaan Rumah Rendah Emisi )
Selama masa libur panjang tersebut, lanjutnya, Bank BTN memproyeksikan ada kebutuhan dana kas sebesar Rp1,42 triliun per hari. Kebutuhan likuiditas tersebut mencapai 1,35 kali dari maksimal likuiditas Kantor Cabang.
Ari menjelaskan, dari total dana yang disiapkan emiten bersandi saham BBTN tersebut, sebanyak 25% atau setara Rp4,9 triliun dialokasikan untuk mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, sekitar 75% sisanya atau setara Rp14,9 triliun dialokasikan untuk kas Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas Bank BTN.
“Kami proyeksikan total dana tunai yang kami siapkan tersebut dapat menjamin tercukupinya kebutuhan dana tunai bagi nasabah selama 14 hari terhitung dari 21 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021,” kata Ari di Jakarta, Senin (21/12/2020).
(Baca Juga: Kolaborasi Bank BTN dengan AFD Prancis dalam Pembiayaan Rumah Rendah Emisi )
Selama masa libur panjang tersebut, lanjutnya, Bank BTN memproyeksikan ada kebutuhan dana kas sebesar Rp1,42 triliun per hari. Kebutuhan likuiditas tersebut mencapai 1,35 kali dari maksimal likuiditas Kantor Cabang.
Ari menjelaskan, dari total dana yang disiapkan emiten bersandi saham BBTN tersebut, sebanyak 25% atau setara Rp4,9 triliun dialokasikan untuk mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian, sekitar 75% sisanya atau setara Rp14,9 triliun dialokasikan untuk kas Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, dan Kantor Kas Bank BTN.
Lihat Juga :