Agus Suparmanto Luar Biasa, Pengangkatan Lutfi Jadi Mendag Disebut Strategi Jokowi
Rabu, 23 Desember 2020 - 15:41 WIB
loading...
Pengamat menerangkan, pengangkatan M. Lutfi yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) ini merupakan strategi Jokowi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan, bahwa pergantian menteri memang merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia melihat bahwa pengangkatan M. Lutfi yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) ini merupakan strategi Jokowi untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan kerja sama yang lebih signifikan terlebih dengan AS.
Kendati demikian, menurut Fithra, kinerja Menteri Perdagangan sebelumnya, Agus Suparmanto, sudah sangat luar biasa di tahun ini. "Sebelum digantikan M. Lutfi, pada periode Januari hingga November, Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD19,69 miliar. Ini bukan karena jatuhnya impor, tapi ekspornya naik," ujar Fithra dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Rabu (23/12/2020).
(Baca Juga: GSP Diperpanjang, Wamendag Makin Optimis dengan Perdagangan RI-AS )
Hal ini sangat menjanjikan, terlebih lagi dari segi perjanjian perdagangan, baik bilateral dan multilateral, menurut Fithra sangat luar biasa. "Pada tanggal 15 November tahun ini ditandatangani IA-CEPA dengan Australia yang harusnya sudah mulai jalan, ditambah dengan ditandatanganinya IK-CEPA bulan Desember ini sudah on-track," ungkapnya.
Fithra menyampaikan, PR bagi Lutfi adalah mendorong investasi dari AS ke Indonesia supaya lebih meningkat. Karena menurutnya, ini sejalan dengan kepemimpinan AS di bawah Presiden Joe Biden.
Kendati demikian, menurut Fithra, kinerja Menteri Perdagangan sebelumnya, Agus Suparmanto, sudah sangat luar biasa di tahun ini. "Sebelum digantikan M. Lutfi, pada periode Januari hingga November, Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD19,69 miliar. Ini bukan karena jatuhnya impor, tapi ekspornya naik," ujar Fithra dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Rabu (23/12/2020).
(Baca Juga: GSP Diperpanjang, Wamendag Makin Optimis dengan Perdagangan RI-AS )
Hal ini sangat menjanjikan, terlebih lagi dari segi perjanjian perdagangan, baik bilateral dan multilateral, menurut Fithra sangat luar biasa. "Pada tanggal 15 November tahun ini ditandatangani IA-CEPA dengan Australia yang harusnya sudah mulai jalan, ditambah dengan ditandatanganinya IK-CEPA bulan Desember ini sudah on-track," ungkapnya.
Fithra menyampaikan, PR bagi Lutfi adalah mendorong investasi dari AS ke Indonesia supaya lebih meningkat. Karena menurutnya, ini sejalan dengan kepemimpinan AS di bawah Presiden Joe Biden.
Lihat Juga :