4 Kiat Tingkatkan Omzet Bisnis Online di Tahun 2021

Sabtu, 26 Desember 2020 - 07:07 WIB
loading...
4 Kiat Tingkatkan Omzet...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang tengah terjadi di seluruh dunia tampaknya memberikan perjalanan yang sulit bagi para pebisnis, terlebih kepada para pelaku UMKM.

Pada kenyataannya, 90% kegiatan UMKM telah terganggu dikarenakan pandemi covid-19. Begitupun tekanan yang dirasakan berdampak pada penurunan omzet para pelaku UMKM hingga 72,6%, dan juga terhambatnya proses penyaluran modal.

Krisis Covid-19 menjadikan segala situasi menjadi serba tidak pasti jumlah kasus yang terus bertambah membuat laju perekonomian melambat, ditambah produktivitas masyarakat yang kian menurun dikarenakan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah.

(baca juga: Pertamina Salurkan Rp9,3 Miliar bagi Pelaku UMKM )

Namun, menurut CEO Bitlabs Academy, Eric Handoyo bukan berarti dengan adanya pembatasan tersebut lantas pelaku UMKM tidak dapat melakukan inovasi bisnis.

Justru, kini pelaku UMKM harus memikirkan strategi untuk beradaptasi dengan situasi yang ada dengan memikirkan langkah kedepan, salah satunya dengan beradaptasi dengan teknologi yang kian canggih, seperti keberadaan marketplace dan media sosial.

“Teknologi kini menjadi salah satu penopang terbesar di sektor bisnis, apalagi dengan keberadaan internet. Kini, kita mau jualan apa saja bisa dengan mudah melalui internet, baik itu dari marketplace atau media sosial seperti IG. Jadi sepertinya kita akan butuh strategi berbisnis yang lebih inovatif lagi di tahun depan, apabila kita mau meningkatkan omzet dari hasil jualan online,” jelas Eric di Jakarta, Jumat (25/12/2020).

(Baca juga: 'The Nanny' Ternyata Bisa Jadi Teman Anak Belajar Online )

Bitlabs pun memberikan tips menarik untuk meningkatkan omzet bisnis online pada 2021. Pertama, riset tren produk. Sebelum lebih dalam membahas strategi marketing yang akan digunakan, penting untuk mengetahui apakah produk yang akan dipasarkan merupakan produk yang dicari banyak orang atau tidak.

"Hal ini perlu dilakukan guna menghindari upaya yang sia-sia, apabila ternyata produk yang dipilih tidak ada peminatnya. Selain itu, produk yang tepat dengan perencanaan harga jual yang sesuai akan membantu untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah tanpa harus takut rugi dalam biaya promosi," ujar dia.

Kedua, maksimalkan channel marketplace. Jika sudah menemukan produk yang tepat, ini saatnya untuk memperbanyak channel marketing produk seperti melalui marketplace.

Ketiga, optimalkan kreativitas marketing di Instagram. Selain marketplace, Instagram merupakan salah satu channel terbaik untuk menjalankan bisnis online.

(baca juga: Ucapkan Selamat Natal di Instagram, Mohamed Salah Dikritik Netizen )

Sebagai salah satu media sosial terpopuler saat ini, Instagram dapat menjadi wajah bagi bisnis, dikarenakan akses nya yang mudah dan tampilan nya yang dapat disesuaikan dengan katalog produk.

Keempat, bentuk strategi sebelum membuat website. Hampir kebanyakan orang menganggap apabila kita sudah memiliki website, lantas akan banyak pula orang yang langsung memesan produk melalui website tersebut.

Padahal, untuk membuat website yang dapat dikunjungi banyak orang, diperlukan strategi yang tepat. Mulai dari pencarian nama website yang mudah diingat, memancing calon pengunjung untuk mampir ke website dan mau memberikan data seperti email atau nomor telepon.

"Hal ini menjadi penting karena dengan adanya data-data tersebut, kita dapat sekaligus menawarkan produk lain tanpa harus mengeluarkan biaya promosi. Selain itu kecepatan website yang ringan saat dibuka, kata kunci apa yang di target dalam artikel website juga penting agar website bisa muncul di halaman pertama Google," ungkap dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Rekomendasi
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved