Potensi Besar, Biodiesel Minyak Jelantah Harus Diregulasi
Selasa, 29 Desember 2020 - 15:01 WIB
loading...
Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel harus diawali dengan kebijakan dari pemerintah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel . Hal itu sekaligus dapat mengurangi risiko dampak buruk lingkungan dari minyak jelantah yang kerap dibuang begitu saja ke saluran pembuangan atau didaur ulang menjadi minyak goreng curah.
Di tahun 2019, konsumsi minyak goreng Indonesia menghasilkan 13 juta ton minyak jelantah Indonesia. Angka ini cukup besar lantaran Uni Eropa menghasilkan 22,7 juta ton di Uni Eropa, Amerika menghasilkan 16 juta ton dan dan India 23 juta ton.
(Baca Juga: Simak Nih, Peluang Bisnis Biodiesel dari Minyak Jelantah)
Peneliti International Council for Clean Transportation (ICCT) Tenny Kristiana mengatakan, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel harus diawali dengan kebijakan dari pemerintah. "Semua harus diawali dengan kebijakan. Kalau tidak, kita akan sulit jalan," ujarnya dalam webinar, Selasa (29/12/2020).
Dia melanjutkan, pemerintah juga perlu menetapkan standar kualitas biodiesel minyak jelantah dan juga mewajibkan sertifikasi untuk produsen. Hal ini penting karena kualitas pengolahan dari minyak jelantah bisa berbeda-beda. "Selain itu, memasukkan biodiesel minyak jelantah dalam program insentif BPDPKS," imbuhnya.
Di tahun 2019, konsumsi minyak goreng Indonesia menghasilkan 13 juta ton minyak jelantah Indonesia. Angka ini cukup besar lantaran Uni Eropa menghasilkan 22,7 juta ton di Uni Eropa, Amerika menghasilkan 16 juta ton dan dan India 23 juta ton.
(Baca Juga: Simak Nih, Peluang Bisnis Biodiesel dari Minyak Jelantah)
Peneliti International Council for Clean Transportation (ICCT) Tenny Kristiana mengatakan, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel harus diawali dengan kebijakan dari pemerintah. "Semua harus diawali dengan kebijakan. Kalau tidak, kita akan sulit jalan," ujarnya dalam webinar, Selasa (29/12/2020).
Dia melanjutkan, pemerintah juga perlu menetapkan standar kualitas biodiesel minyak jelantah dan juga mewajibkan sertifikasi untuk produsen. Hal ini penting karena kualitas pengolahan dari minyak jelantah bisa berbeda-beda. "Selain itu, memasukkan biodiesel minyak jelantah dalam program insentif BPDPKS," imbuhnya.
Lihat Juga :