Distribusi Vaksin Bakal Gairahkan Kembali Investasi Dunia Usaha
Rabu, 30 Desember 2020 - 15:12 WIB
loading...
Pendistribusian vaksin disertai penerapan protokol kesehatan diyakini akan mengembalikan aktivitas ekonomi pada tahun depan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pada tahun 2021, pemulihan ekonomi global dan domestik diperkirakan terus berlanjut. Aktivitas ekonomi negara-negara mitra dagang yang berangsur membaik diperkirakan akan mendorong kinerja ekspor pada tahun mendatang.
Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang diiringi dengan distribusi vaksin akan meningkatkan mobilitas dan mendorong kepercayaan konsumen sehingga permintaan masyarakat akan membaik.
(Baca Juga: Investasi Properti di Asia Pasifik Diramal Naik hingga 20 Persen pada 2021)
"Hal ini tentunya akan turut mendorong gairah investasi dari dunia usaha sehingga permintaan domestik akan kembali membaik,” kata Wisnu di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Meskipun pemulihan ekonomi diperkirakan terjadi, namun prosesnya akan bergulir secara bertahap. Hal ini karena mengingat masih adanya potensi tantangan seperti distribusi vaksin dan risiko gelombang kedua penyebaran Covid-19 di dunia.
Pada sektor keuangan, volatilitas nilai tukar diperkirakan akan lebih rendah dengan tren melemah terbatas, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang akan mendorong impor dan perbaikan harga komoditas terutama minyak kelapa sawit (CPO).
"Arus modal asing juga diperkirakan masih akan masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia seiring dengan berlanjutnya stimulus fiskal di Negara maju dan kebijakan bank sentral dunia yang akomodatif," ujar dia.
Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang diiringi dengan distribusi vaksin akan meningkatkan mobilitas dan mendorong kepercayaan konsumen sehingga permintaan masyarakat akan membaik.
(Baca Juga: Investasi Properti di Asia Pasifik Diramal Naik hingga 20 Persen pada 2021)
"Hal ini tentunya akan turut mendorong gairah investasi dari dunia usaha sehingga permintaan domestik akan kembali membaik,” kata Wisnu di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Meskipun pemulihan ekonomi diperkirakan terjadi, namun prosesnya akan bergulir secara bertahap. Hal ini karena mengingat masih adanya potensi tantangan seperti distribusi vaksin dan risiko gelombang kedua penyebaran Covid-19 di dunia.
Pada sektor keuangan, volatilitas nilai tukar diperkirakan akan lebih rendah dengan tren melemah terbatas, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang akan mendorong impor dan perbaikan harga komoditas terutama minyak kelapa sawit (CPO).
"Arus modal asing juga diperkirakan masih akan masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia seiring dengan berlanjutnya stimulus fiskal di Negara maju dan kebijakan bank sentral dunia yang akomodatif," ujar dia.
Lihat Juga :