Tutup Tahun, Sri Mulyani 'Curhat' Soal Ujian Berat Sepanjang 2020
Kamis, 31 Desember 2020 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, dirinya menyimak dengan seksama laporan kinerja tim Kementerian Keuangan dari seluruh kantor di wilayah. Di mana, pihaknya, berjuang dan memberikan usaha terbaiknya baik dalam mengumpulkan penerimaan negara maupun yang berperan mengoptimalkan belanja negara.
“Saya juga sangat mengapresiasi lahirnya berbagai inovasi pelayanan di tengah situasi yang memerlukan kecepatan dan kecermatan dalam bekerja demi mencapai target,” kata dia.
(Baca juga: Ganti Tahun Tinggal Hitungan Jam, BPOM Belum Kasih Izin Penggunaan Vaksin Sinovac )
Dia pun berterima kasih kepada tim Kemenkeu atas dedikasinya dalam mengawal APBN untuk melindungi rakyat, dunia usaha, serta perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Dia bilang, semangat dan kualitas kerja stafnya tak berkurang meski tidak sedikit anggota timnya terinfeksi Covid-19.
Sri Mulyani mengistilahkan tahun ini sebagai situasi extraordinary yang mengharuskan pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa merespons krisis. Indonesia untuk pertama kalinya masuk jurang resesi sejak 1998.
Pendapatan negara ditargetkan awalnya mencapai Rp2.233,2 triliun. Rinciannya, penerimaan perpajakan Rp1.865,7 triliun, PNBP Rp367 triliun, dan hibah Rp0,5 triliun. Pertumbuhan ekonomi dipatok 5,3 persen.
“Saya juga sangat mengapresiasi lahirnya berbagai inovasi pelayanan di tengah situasi yang memerlukan kecepatan dan kecermatan dalam bekerja demi mencapai target,” kata dia.
(Baca juga: Ganti Tahun Tinggal Hitungan Jam, BPOM Belum Kasih Izin Penggunaan Vaksin Sinovac )
Dia pun berterima kasih kepada tim Kemenkeu atas dedikasinya dalam mengawal APBN untuk melindungi rakyat, dunia usaha, serta perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Dia bilang, semangat dan kualitas kerja stafnya tak berkurang meski tidak sedikit anggota timnya terinfeksi Covid-19.
Sri Mulyani mengistilahkan tahun ini sebagai situasi extraordinary yang mengharuskan pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa merespons krisis. Indonesia untuk pertama kalinya masuk jurang resesi sejak 1998.
Pendapatan negara ditargetkan awalnya mencapai Rp2.233,2 triliun. Rinciannya, penerimaan perpajakan Rp1.865,7 triliun, PNBP Rp367 triliun, dan hibah Rp0,5 triliun. Pertumbuhan ekonomi dipatok 5,3 persen.
Lihat Juga :