Tutup Tahun, Sri Mulyani 'Curhat' Soal Ujian Berat Sepanjang 2020
Kamis, 31 Desember 2020 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
"Target tahun ini merupakan target yang optimal, namun tetap realistis untuk mendukung capaian sasaran pembangunan dan tetap adaptif menghadapi risiko perekonomian," ujar Sri Mulyani ketika itu.
(Baca juga: Miliarder Tetap Kaya Raya di Tengah Pandemi )
Penyebaran virus corona yang tak terkendali mengubah arah pertumbuhan ekonomi yang awalnya optimistis. Pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat untuk mencegah lebih luas infeksi virus. Praktis, kegiatan ekonomi sempat lumpuh total.
Alhasil, pendapatan negara yang sebagian besar bersumber dari pajak berkurang drastis. Target disesuaikan dari Rp2.233 triliun menjadi Rp1.699 triliun lewat Perppu 72/2020. Hingga akhir November 2020, pendapatan negara terealisasi Rp1.423 triliun.
Belanja negara dalam APBN 2020 dikerek ke atas untuk mendukung pemulihan. Pagu belanja negara naik menjadi Rp2.739 triliun. Kenaikan belanja tersebut sudah termasuk untuk stimulus fiskal terkait Covid-19 yang mencapai Rp405,1 triliun. Hingga akhir November, realisasi belanja mencapai Rp2.306 triliun.
(Baca juga: Miliarder Tetap Kaya Raya di Tengah Pandemi )
Penyebaran virus corona yang tak terkendali mengubah arah pertumbuhan ekonomi yang awalnya optimistis. Pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat untuk mencegah lebih luas infeksi virus. Praktis, kegiatan ekonomi sempat lumpuh total.
Alhasil, pendapatan negara yang sebagian besar bersumber dari pajak berkurang drastis. Target disesuaikan dari Rp2.233 triliun menjadi Rp1.699 triliun lewat Perppu 72/2020. Hingga akhir November 2020, pendapatan negara terealisasi Rp1.423 triliun.
Belanja negara dalam APBN 2020 dikerek ke atas untuk mendukung pemulihan. Pagu belanja negara naik menjadi Rp2.739 triliun. Kenaikan belanja tersebut sudah termasuk untuk stimulus fiskal terkait Covid-19 yang mencapai Rp405,1 triliun. Hingga akhir November, realisasi belanja mencapai Rp2.306 triliun.
(ind)
Lihat Juga :