Ketergantungan Kedelai Impor Bikin Produsen Tahu Tempe Gempor, Ini Saran Analis
Minggu, 03 Januari 2021 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, berdasarkan data laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) impor kedelai Indonesia mencapai 2.670.086 ton pada tahun 2019, naik 84.277 ton dari tahun 2018 sebanyak 2.585.809 ton.
(Baca juga: Protes Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Tempe se-Jabodetabek Mogok Produksi )
Menurut dia, besaran angka impor kedelai tersebut di satu sisi menunjukkan betapa Indonesia sangat bergantung pada impor kedelai guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di lain pihak, besaran angka impor tersebut menjadi potensi yang menunjukkan bahwa ada kebutuhan kedelai di pasar dalam negeri yang mencapai hingga 2,6 juta ton setiap tahunnya.
Maka itu, Analis ekonomi-politik dari UIN Jakarta ini menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian pertanian (Kementan) seharusnya mampu menangkap potensi pasar ini.
Sudah selayaknya kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu menggalakkan program yang bertujuan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri agar kebutuhan pasar kedelai di dalam negeri tidak lagi bergantung pada produk impor.
(Baca juga: Protes Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Tempe se-Jabodetabek Mogok Produksi )
Menurut dia, besaran angka impor kedelai tersebut di satu sisi menunjukkan betapa Indonesia sangat bergantung pada impor kedelai guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di lain pihak, besaran angka impor tersebut menjadi potensi yang menunjukkan bahwa ada kebutuhan kedelai di pasar dalam negeri yang mencapai hingga 2,6 juta ton setiap tahunnya.
Maka itu, Analis ekonomi-politik dari UIN Jakarta ini menegaskan, pemerintah dalam hal ini Kementerian pertanian (Kementan) seharusnya mampu menangkap potensi pasar ini.
Sudah selayaknya kementerian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo itu menggalakkan program yang bertujuan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri agar kebutuhan pasar kedelai di dalam negeri tidak lagi bergantung pada produk impor.
Lihat Juga :