Dahsyatnya Pandemi: Bikin Milenilal Pilih Kopi Sachet dan Masak di Dapur
Selasa, 05 Januari 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun seiring dengan konsumen yang membatasi aktivitas di luar sehingga mengurangi aktivitas nongkrong-nongkrong di kedai kopi, maka konsumen beralih ke jenis kopi yang bisa dinikmati di rumah. "Karena itu pilihan jatuh pada kopi sachet yang ternyata kembali diminati oleh konsumen," ujarnya.
Hasil risetnya secara persentase menunjukkan pilihan kopi sachet sukses menjadi pilihan utama hingga 48,4%, berikutnya kopi kemasan sebesar 36,3%, kopi literan yang sempat cukup marak sebesar 27,0%, membeli biji kopi, sebesar 18,9%, dan paket manual brew sebesar 16,7%.
Sejalan dengan aktivitas minum kopi, gaya hidup kekinian lain yang hits sebelum era pandemi adalah berkunjung ke mal. Hasil riset mengungkap bagaimana minat masyarakat untuk datang ke mal. Dari hasil studi yang dilakukan oleh Inventure-Alvara, hanya 38,3% responden yang mengaku tidak khawatir belanja di mal walaupun dalam kondisi vaksin sudah ada. Sementara sebanyak 61,6% mengaku masih khawatir tertular virus Covid-19 di mal.
Kondisi ini, menurut Yuswohady, yang kemudian perlu menjadi refleksi bagi pemilik mal di era setelah pandemi. Sepertinya tenant yang banyak, mal yang ramai dan aneka hiburan bukan lagi menjadi value proposition utama untuk konsumen datang. "Melainkan bagaimana pengelola secara ketat menerapkan protokol kesehatan di dalam mal. Ini ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung," jelasnya.
Efek pandemi juga disebut mendorong orang semakin sering berbelanja online. Pasalnya, masyarakat masih merasa khawatir berbelanja di mal, maka berbelanja melalui platform e-commerce menjadi alternatif utama. Seiring aktivitas belana online yang meningkat, bisnis logistik ikut diuntungkan dengan perubahan perilaku konsumen ini. ( Baca juga:BLT UMKM Rp2,4 Juta Akan Ditutup Bulan Ini, Buruan Daftar Disini )
Hasil risetnya secara persentase menunjukkan pilihan kopi sachet sukses menjadi pilihan utama hingga 48,4%, berikutnya kopi kemasan sebesar 36,3%, kopi literan yang sempat cukup marak sebesar 27,0%, membeli biji kopi, sebesar 18,9%, dan paket manual brew sebesar 16,7%.
Sejalan dengan aktivitas minum kopi, gaya hidup kekinian lain yang hits sebelum era pandemi adalah berkunjung ke mal. Hasil riset mengungkap bagaimana minat masyarakat untuk datang ke mal. Dari hasil studi yang dilakukan oleh Inventure-Alvara, hanya 38,3% responden yang mengaku tidak khawatir belanja di mal walaupun dalam kondisi vaksin sudah ada. Sementara sebanyak 61,6% mengaku masih khawatir tertular virus Covid-19 di mal.
Kondisi ini, menurut Yuswohady, yang kemudian perlu menjadi refleksi bagi pemilik mal di era setelah pandemi. Sepertinya tenant yang banyak, mal yang ramai dan aneka hiburan bukan lagi menjadi value proposition utama untuk konsumen datang. "Melainkan bagaimana pengelola secara ketat menerapkan protokol kesehatan di dalam mal. Ini ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung," jelasnya.
Efek pandemi juga disebut mendorong orang semakin sering berbelanja online. Pasalnya, masyarakat masih merasa khawatir berbelanja di mal, maka berbelanja melalui platform e-commerce menjadi alternatif utama. Seiring aktivitas belana online yang meningkat, bisnis logistik ikut diuntungkan dengan perubahan perilaku konsumen ini. ( Baca juga:BLT UMKM Rp2,4 Juta Akan Ditutup Bulan Ini, Buruan Daftar Disini )
Lihat Juga :