Ramalan Bank Dunia ke Indonesia Bisa Terjadi Jika Pemerintah Lakukan Ini

Rabu, 06 Januari 2021 - 12:17 WIB
loading...
Ramalan Bank Dunia ke...
Pemerintah Indonesia nampaknya harus bekerja keras agar ramalan Bank Dunia tentang Indonesia bisa terwujud pada tahun ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia nampaknya harus bekerja keras agar ramalan Bank Dunia tentang ekonomi Indonesia tumbuh 4,4% bisa terwujud. Ekonom Ryan Kiryanto mengatakan, pemerintah harus tiga lakukan game changer untuk pulihkan Indonesia. Di antaranya omnibus law, vaksin massal dan protokol kesehatan.

"Game changer 1: Omnibus Low Cipta Kerja yan bisa segera dikerjakan dengan serius. Game changer 2: Vaksinasi massal hingga akhir 2021 berjalan lancar tanpa gangguan atau kendala atau hoax yang tidak bermutu. Game changer 3: kepatuhan masyarakat menjalankan prokes 3M secara disiplin sehingga flattening the curve tercapai sesuai standar WHO," kata Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

(Baca Juga: Masih Rapuh, Tapi Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh Tembus 4,4% )

Jika ketiga game changers tadi bekerja optimal, kegiatan ekonomi, investasi, konsumsi dan keuangan akan bisa bergerak lebih cepat. Ekonomi Indonesia bahkan diyakini bisa mencapai 5-6% pada tahun ini.

"Jadi perkiraan world bank yang 4,4% logis. Jika 3 (tiga) game changers ini berjalan dengan baik di 2021, PDB Indonesia bisa mencapai 5%-6%," bebernya.

(Baca Juga: Vaksin jadi Game Changer! Menko Airlangga: Optimistis, Ekonomi RI Tumbuh 5% Tahun Ini )

Lalu terang dia, tidak ketinggalan Inflasi naik ke kisaran 2-2,5% dan konsumsi rumah tangga tumbuh 5%. Pertumbuhan kredit di kisaran 6-8% sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bakal di kisaran 8-10%. "Tentunya harus perlu adanya kerja keras dari pemerintah," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Rekomendasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved