Gandeng Sektor Industri, Kemenperin Gelar Pendidikan Vokasi Setara D-1
Selasa, 05 Januari 2021 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
“Kami juga memiliki Politeknik ATI Makassar yang berkompetensi dalam program studi operator mesin dan peralatan. Selain itu, terdapat politeknik lain juga dengan kompetensi berbeda, misalnya Politeknik AKA Bogor untuk prodi kimia. Selain reskilling dan up-skilling tenaga kerja, kami juga dapat melatih SDM yang baru direkrut,” tandasnya. ( Baca juga:Gambar Risma Muncul saat Anies Serahkan BLT, Netizen: Ini Kerjaan Mensos, Bukan Blusukan Gak Karuan )
Rahmad Pribadi selaku Direktur Utama PT Pupuk Kaltim menjelaskan, Program D-1 yang difasilitasi Kemenperin merupakan bentuk langkah nyata untuk mendukung penyediaan tenaga kerja di sektor industri sesuai kebutuhan saat ini. “Peserta program ini berasal dari lingkungan pabrik, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan sebagian dari karyawan Pupuk Kaltim untuk dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing,” tuturnya.
Rahmad menyebutkan, sebanyak 30 peserta PT Pupuk Kaltim akan mengikuti program up-skilling melalui pendidikan setara D-1 program studi pemasaran dan logistik. “Program ini dapat diperluas lagi dengan mencakup konsentrasi pendidikan sebagai operator. Ke depan kami akan membangun beberapa pabrik yang juga digagas oleh Kemenperin, salah satunya pabrik soda ash. Kami juga berpartisipasi dalam pengembangan industri di Teluk Bintuni yang masuk Proyek Strategi Nasional (PSN),” paparnya.
PT Pupuk Kaltim merupakan salah satu mitra Politeknik APP Jakarta dalam menyelenggarakan Program D-1. Sebelumnya, Poltek ini juga telah menjalin kerja sama dengan Petrokimia Gresik, Sanken Argadwija dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO).
Rahmad Pribadi selaku Direktur Utama PT Pupuk Kaltim menjelaskan, Program D-1 yang difasilitasi Kemenperin merupakan bentuk langkah nyata untuk mendukung penyediaan tenaga kerja di sektor industri sesuai kebutuhan saat ini. “Peserta program ini berasal dari lingkungan pabrik, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lokal dan sebagian dari karyawan Pupuk Kaltim untuk dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing,” tuturnya.
Rahmad menyebutkan, sebanyak 30 peserta PT Pupuk Kaltim akan mengikuti program up-skilling melalui pendidikan setara D-1 program studi pemasaran dan logistik. “Program ini dapat diperluas lagi dengan mencakup konsentrasi pendidikan sebagai operator. Ke depan kami akan membangun beberapa pabrik yang juga digagas oleh Kemenperin, salah satunya pabrik soda ash. Kami juga berpartisipasi dalam pengembangan industri di Teluk Bintuni yang masuk Proyek Strategi Nasional (PSN),” paparnya.
PT Pupuk Kaltim merupakan salah satu mitra Politeknik APP Jakarta dalam menyelenggarakan Program D-1. Sebelumnya, Poltek ini juga telah menjalin kerja sama dengan Petrokimia Gresik, Sanken Argadwija dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO).
(uka)
Lihat Juga :