Ekonom: Utang Negara Jadi Warisan Berat Bagi Presiden Selanjutnya
Kamis, 07 Januari 2021 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Didik memberi catatan untuk tahun 2021, yang menurutnya memerlukan perhatian, antara lain Pendapatan negara pada tahun 2021 yang sebesar Rp1.473,6 triliun atau turun sebesar -21,9% dibanding sebelum pandemi sehingga tahun 2021 belum pulih sepenuhnya meski terdapat perbaikan dibandingkan Perpres 72 Tahun 2020.
(Baca Juga: Emak-emak Zaman Now Doyan Beli Surat Utang Negara )
Belanja negara pada tahun 2021 yang sebesar Rp2.750 triliun naik sebesar 8,3% dibandingkan sebelum pandemi (normal), namun terdapat kenaikan sebesar 0,39 persen dibandingan Perpres 72 Tahun 2020. "Namun sayangnya, belanja transfer daerah ditinggalkan dalam fase pemulihan ekonomi dimana dibandingkan sebelum pandemi -7,2 persen (APBN 2020)," jelas dia.
Menurut Didik, struktur prioritas APBN Tahun 2021 juga terdapat skema anggaran yang tidak mengedepan skenario pemulihan ekonomi tahun 2021. "Skema pemulihan sepatutnya tetap membutuhkan anggaran fungsi ekonomi, infrastruktur dan sosial yang lebih tinggi," katanya.
(Baca Juga: Emak-emak Zaman Now Doyan Beli Surat Utang Negara )
Belanja negara pada tahun 2021 yang sebesar Rp2.750 triliun naik sebesar 8,3% dibandingkan sebelum pandemi (normal), namun terdapat kenaikan sebesar 0,39 persen dibandingan Perpres 72 Tahun 2020. "Namun sayangnya, belanja transfer daerah ditinggalkan dalam fase pemulihan ekonomi dimana dibandingkan sebelum pandemi -7,2 persen (APBN 2020)," jelas dia.
Menurut Didik, struktur prioritas APBN Tahun 2021 juga terdapat skema anggaran yang tidak mengedepan skenario pemulihan ekonomi tahun 2021. "Skema pemulihan sepatutnya tetap membutuhkan anggaran fungsi ekonomi, infrastruktur dan sosial yang lebih tinggi," katanya.
(akr)
Lihat Juga :