Garap Lahan Hutan, Jokowi Minta Petani Dikasih Utangan KUR

Kamis, 07 Januari 2021 - 16:53 WIB
loading...
Garap Lahan Hutan, Jokowi...
Presiden Joko Widodo. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sejumlah surat keputusan (SK) pengelolaan hutan. Dia ingin agar lahan-lahan tersebut bisa dikelola untuk kegiatan ekonomi yang produktif bagi petani tanpa merusak lingkungan. Dia mengingatkan jangan sampai lahan yang sudah diserahkan tersebut menjadi terlantar.

“Untuk itu sekali lagi tidak cukup hanya pemberian ini saja, ndak. Tapi juga saya minta agar dirumuskan aspek usahanya. Jadi setelah bapak/ibu semuanya pegang SK ini agar betul-betul digunakan untuk kegiatan ekonomi yang produktif. Tetapi juga yang ramah lingkungan,” katanya di Istana Negara, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Dicekik Harga Impor, Petani Kedelai Sekarat

Dia mengatakan bahwa usaha di sektor kehutanan bisa disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Menurutnya tidak hanya agroforestry tetapi juga bisa bisnis ekowisata. Selain itu juga bisa dikembangkan agrosilvopastura maupun bisnis bioenergi

“Juga bisnis hasil hutan bukan kayu, ini banyak sekali, bapak /ibu bisa pilih yang cocok sesuai dengan provinsi dan wilayah masing-masing. Dan juga bisnis industri kayu rakyat. Banyak sekarang ini yang tanam entah apa sengon, albasia atau akasia, silakan. Karena semuanya tapi harus dikalkulasi dan harus dihitung. Mana yang lebih menguntungkan silahkan kerjakan,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi meminta agar kelompok-kelompok usaha hutan sosial bisa diberikan akses permodalan. Salah satunya melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang plafon anggarannya saat ini sebesar Rp.190 triliun dengan bunga 6% per tahun.

“Saya minta ini kelompok-kelompok usaha perhutanan sosial nih dibantu kemudian untuk akses permodalan. Terutama ke KUR. Ini Pak Menteri Koperasi dan UKM juga ada. Ini agar juga dibantu karena ini menyangkut sebuah luas lahan yang sangat besar sekali,” ujarnya.

Sementara jika kelompok usaha dekat pedesaan juga sama dapat didorong bisa menggunakan dana desa. Utamanya untuk hal-hal yang menguntungkan bagi desa itu. “Mestinya ini kalau untuk urusan permodalan ini menurut saya sangat visible sangat memungkinkan,” katanya.

Baca Juga: Miris! Impor Kedelai Bisa Tembus 7,2 Juta Ton

Selain permodalan, kepada daerah diminta memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok usaha. Mulai dari masalah manajemen hingga masalah teknologi. Jika sudah dapat mandiri maka pendampingan dapat dihentikan.

“Saya kira kalau cara-cara ini dilakukan kita akan bisa memetik keuntungan besarnya pada suatu waktu titik nanti. Karena itu saya minta dilakukan terobosan-terobosan kebijakan yang terkonsolidasi dan terintegrasi antar kementerian pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

“Sehingga program perhutanan sosial ini betul-betul memberikan dampak yang signifikan kepada pemerataan ekonomi, pada keadilan ekonomi rakyat kita tanpa mengganggu fungsi hutan dan ekosistemnya.Jadi hutannya juga bisa dipelihara tapi keuntungannya bisa didapatkan oleh rakyat,” pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Akad Massal KUR 1.000...
Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali
Menko Airlangga Siap...
Menko Airlangga Siap Wujudkan Kemauan Prabowo, Bunga KUR 5 Persen
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
BLFC Mojokerto Jadi...
BLFC Mojokerto Jadi Contoh Kolaborasi Pemberdayaan Ekonomi Petani
Rekomendasi
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved