Dampak Positif Larangan Ekspor Nikel Baru Terasa Tahun Depan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 06:04 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekspor Nikel mentah sudah dilarang sejak tahun 2020, dengan tujuan agar bahan mentah tersebut diolah lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah. Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution memberikan analisisnya untuk dampak kebijakan pemerintah terhadap perekonomian nasional. Menurut dia dalam jangka pendek larangan ekspor tersebut memang akan sedikit menurunkan potensi ekspor Indonesia.
"Namun dalam jangka panjang larangan ekspor tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan," ujar Damhuri di Jakarta, Jumat (8/1/2021).
Dia meyakini bersamaan dengan larangan ekspor tersebut maka investasi membangun smelter dan industri hilirnya akan turut meningkat yang hasilnya sebagian besar akan diekspor nantinya.
(Baca juga: Program Mobil Listrik Pacu Hilirisasi Bijih Nikel )
"Tapi untuk tahun ini saya belum melihat dampak positif yang signifikan dari larangan ekspor tersebut terhadap ekonomi kita. Namun di tahun 2022 dan seterusnya kita akan melihat dampak yang makin positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan," katanya.
"Namun dalam jangka panjang larangan ekspor tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan," ujar Damhuri di Jakarta, Jumat (8/1/2021).
Dia meyakini bersamaan dengan larangan ekspor tersebut maka investasi membangun smelter dan industri hilirnya akan turut meningkat yang hasilnya sebagian besar akan diekspor nantinya.
(Baca juga: Program Mobil Listrik Pacu Hilirisasi Bijih Nikel )
"Tapi untuk tahun ini saya belum melihat dampak positif yang signifikan dari larangan ekspor tersebut terhadap ekonomi kita. Namun di tahun 2022 dan seterusnya kita akan melihat dampak yang makin positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan," katanya.
Lihat Juga :