Jokowi Minta Subsidi Pupuk yang Mencapai Ratusan Triliun Dievaluasi
Senin, 11 Januari 2021 - 12:55 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk yang besar. Dia menyebut subsidi pupuk mencapai Rp33 triliun.
“Pupuk. Saya jadi ingat pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk? Setahun berapa subsidi pupuk? Rp33 triliun setiap tahun. Returnnya apa? Kembaliannya apa? Apakah produksi melompat naik?" katanya saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian di Istana Negara, Senin (11/1/2021). ( Baca juga:Alokasi Pupuk Bersubsidi Ditambah Jadi 9 Juta Ton )
Jokowi menambahkan, angka subsidi itu akan terlihat membesar jika diakumulasikan dalam rentang-rentang waktu. Namun, sayangnya jumlah yang besar itu masih menimbulkan pertanyaan.
"Saya tanya kembaliannya apa? Lima tahun berapa? 10 tahun berapa triliun? Kalau 10 tahun sudah Rp330 triliun,” kata Jokowi.
Dia mengatakan bahwa angka itu besar sekali. Sehingga menurutnya perlu ada evaluasi terkait hal ini. “Bapak dan ibu angka itu besar sekali. Artinya tolong ini dievaluasi, ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali meminta ini,” ungkapanya. ( Baca juga:Risma Diminta Fokus Mensos, Gimmick Aksi di DKI Justru Mengkonfirmasi Target Cagub 2022 )
Jokowi menekankan bahwa pertanian Indonesia harus dibangun dalam skala yang luas. Kemudian teknologi pertanian juga harus diterapkan.
“Sehingga harga pokok produksinya nanti bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara-negara lain. Ini baru namanya benar. Kalau tiap tahun kita mengeluarkan subsidi pupuk seperti itu, kemudian tidak ada lompatan di sisi produksinya, ada yang salah. Ada yang gak benar di situ,” pungkasnya.
“Pupuk. Saya jadi ingat pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk? Setahun berapa subsidi pupuk? Rp33 triliun setiap tahun. Returnnya apa? Kembaliannya apa? Apakah produksi melompat naik?" katanya saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian di Istana Negara, Senin (11/1/2021). ( Baca juga:Alokasi Pupuk Bersubsidi Ditambah Jadi 9 Juta Ton )
Jokowi menambahkan, angka subsidi itu akan terlihat membesar jika diakumulasikan dalam rentang-rentang waktu. Namun, sayangnya jumlah yang besar itu masih menimbulkan pertanyaan.
"Saya tanya kembaliannya apa? Lima tahun berapa? 10 tahun berapa triliun? Kalau 10 tahun sudah Rp330 triliun,” kata Jokowi.
Dia mengatakan bahwa angka itu besar sekali. Sehingga menurutnya perlu ada evaluasi terkait hal ini. “Bapak dan ibu angka itu besar sekali. Artinya tolong ini dievaluasi, ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali meminta ini,” ungkapanya. ( Baca juga:Risma Diminta Fokus Mensos, Gimmick Aksi di DKI Justru Mengkonfirmasi Target Cagub 2022 )
Jokowi menekankan bahwa pertanian Indonesia harus dibangun dalam skala yang luas. Kemudian teknologi pertanian juga harus diterapkan.
“Sehingga harga pokok produksinya nanti bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara-negara lain. Ini baru namanya benar. Kalau tiap tahun kita mengeluarkan subsidi pupuk seperti itu, kemudian tidak ada lompatan di sisi produksinya, ada yang salah. Ada yang gak benar di situ,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :