Ada PPKM, PHRI Minta Rapid Test di Daerah Dipermudah
Senin, 11 Januari 2021 - 14:50 WIB
loading...
Suasana hari pertama PPKM di Stasiun Gambir. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran memandang, sebenarnya posisi Jawa paling penting itu ada di DKI Jakarta. Pasalnya, DKI Jakarta merupakan sumber pergerakan ekonomi.
Begitu DKI Jakarta mengeluarkan PSBB ketat dan adanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali, maka dampak secara nasional bagi hotel dan restoran cukup besar. ( Baca juga:PPKM Dimulai Hari Ini, Ekonomi Bisa Terkontraksi Lagi )
"Sebenarnya di wilayah Jawa masyarakat yang gunakan transportasi udara menurun, jadi lebih banyak melalui transportasi darat. Kebijakan antar-Pulau Jawa dengan kebijakan antigen itu mungkin tidak terlalu berdampak. Namun dampak akan kerasa pada saat di tol luar Jawa seperti tol Sumatera," jelasnya secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2021).
Khusus Bali, tentu pasti akan ada dampaknya sebab ada pemberlakuan rapid test juga. Namun menurut dia, permasalahnnya di sini adalah tempat rapid tes tidak semudah yang dibayangkan.
Dengan adanya kebijakan wajib rapid tes 1x 24 jam, akan berpengaruh pada wisatawan. Bahkan biaya mereka untuk melakukan perjalan pun akan bertambah.
Begitu DKI Jakarta mengeluarkan PSBB ketat dan adanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali, maka dampak secara nasional bagi hotel dan restoran cukup besar. ( Baca juga:PPKM Dimulai Hari Ini, Ekonomi Bisa Terkontraksi Lagi )
"Sebenarnya di wilayah Jawa masyarakat yang gunakan transportasi udara menurun, jadi lebih banyak melalui transportasi darat. Kebijakan antar-Pulau Jawa dengan kebijakan antigen itu mungkin tidak terlalu berdampak. Namun dampak akan kerasa pada saat di tol luar Jawa seperti tol Sumatera," jelasnya secara virtual di Jakarta, Senin (11/1/2021).
Khusus Bali, tentu pasti akan ada dampaknya sebab ada pemberlakuan rapid test juga. Namun menurut dia, permasalahnnya di sini adalah tempat rapid tes tidak semudah yang dibayangkan.
Dengan adanya kebijakan wajib rapid tes 1x 24 jam, akan berpengaruh pada wisatawan. Bahkan biaya mereka untuk melakukan perjalan pun akan bertambah.
Lihat Juga :