BPOM dan MUI Sudah Beri Lampu Hijau buat Vaksin, IHSG Bakal Melesat
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, indeks negara maju terkoreksi akibat valuasi terlalu tinggi. Indeks global, terutama di AS, sudah naik lebih tinggi terlebih dahulu dibandingkan di emerging market. Dengan adanya kepemimpinan baru di bawah Joe Biden, salah satu yang dibawa adalah mengembalikan tarif pajak yang lebih tinggi daripada yang dipotong masa Trump.
"Maka dari itu, wajar jika ada fund flow yang beralih ke emerging market karena tarif pajak korporasi akan lebih tinggi, performa beberapa perusahaan atau emiten di sana akan underperformed dibandingkan di emerging market, seperti China dan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Indonesia menunjukkan bahwa saat ini sudah berjalan ke arah recovery. IHSG diprediksi masih akan bisa mengejar rentang 6.400-6.500. ( Baca juga:COVID-19 Menggila, Raja Malaysia Umumkan Keadaan Darurat )
Kita melihat ada optimisme dari pergerakan tiga hari terakhir, sebelum ada koreksi sehat. Koreksi sehat perlu karena kita mengharapkan kenaikan yang lebih tinggi, sebelumnya butuh koreksi sehat," pungkas Robertus.
"Maka dari itu, wajar jika ada fund flow yang beralih ke emerging market karena tarif pajak korporasi akan lebih tinggi, performa beberapa perusahaan atau emiten di sana akan underperformed dibandingkan di emerging market, seperti China dan Indonesia," jelasnya.
Di sisi lain, Indonesia menunjukkan bahwa saat ini sudah berjalan ke arah recovery. IHSG diprediksi masih akan bisa mengejar rentang 6.400-6.500. ( Baca juga:COVID-19 Menggila, Raja Malaysia Umumkan Keadaan Darurat )
Kita melihat ada optimisme dari pergerakan tiga hari terakhir, sebelum ada koreksi sehat. Koreksi sehat perlu karena kita mengharapkan kenaikan yang lebih tinggi, sebelumnya butuh koreksi sehat," pungkas Robertus.
(uka)
Lihat Juga :