Begini Langkah BRI Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Rabu, 13 Januari 2021 - 14:28 WIB
loading...
BRI terus melakukan pemberdayaan ekonomi berdasarkan ekosistem desa, untuk menciptakan desa-desa yang berdaya saing dan unggul. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berupaya mengintegrasikan bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi dalam sebuah klaster dengan offtaker sehingga memberi manfaat rantai nilai (value chain) yang lebih besar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan ekosistem desa guna mendukung ketahanan sektor pangan.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, BRI terus melakukan penetrasi sosial, tidak sekadar penetrasi bisnis dengan mengalokasikan sumber daya untuk membangun ekosistem desa salah satunya melalui pemberdayaan koperasi.
(Baca Juga: Baru Tahun Ini Anggaran Ketahanan Pangan Dibuat Naik 30%)
Langkah ini menjadikan desa sebagai sentra produksi nasional, caranya dengan mengintegrasikan antara pelaku UMKM dan koperasi dalam sebuah komunitas atau klaster dengan off taker sehingga membentuk value chain.
"Kami memberi perhatian besar untuk pengembangan ekosistem desa melalui klaster dan produk unggulan. Kami berharap desa menjadi sentra produksi sehingga mendukung pembangunan sektor pangan," ujar Supari di Jakarta, Rabu (13/1/2021).
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, BRI terus melakukan penetrasi sosial, tidak sekadar penetrasi bisnis dengan mengalokasikan sumber daya untuk membangun ekosistem desa salah satunya melalui pemberdayaan koperasi.
(Baca Juga: Baru Tahun Ini Anggaran Ketahanan Pangan Dibuat Naik 30%)
Langkah ini menjadikan desa sebagai sentra produksi nasional, caranya dengan mengintegrasikan antara pelaku UMKM dan koperasi dalam sebuah komunitas atau klaster dengan off taker sehingga membentuk value chain.
"Kami memberi perhatian besar untuk pengembangan ekosistem desa melalui klaster dan produk unggulan. Kami berharap desa menjadi sentra produksi sehingga mendukung pembangunan sektor pangan," ujar Supari di Jakarta, Rabu (13/1/2021).
Lihat Juga :