Pemerintah Tingkatkan Akses Listrik Rendah Karbon

Rabu, 13 Januari 2021 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Munir menjelaskan, selama enam tahun terakhir pelayanan akses listrik terus membaik seiring meningkatknya Rasio Elektrifikasi (RE) nasional dari tahun 2014 sebesar 14,85% menjadi 99,20% berdasarkan prognosis perhitungan di tahun 2020.

Pemerintah bahkan menargetkan rasio elektrifikasi sebesar 100% di akhir tahun 2024. "Pemanfaatan listrik juga terus didorong untuk kegiatan produktif yang mampu untuk memutar roda perekonomian nasional," jelasnya.

(Baca juga: Digoyang Corona, Investasi Ketenagalistrikan Jeblok )

Berdasarkan hasil perhitungan, prognosis konsumsi listrik per kapita nasional pada tahun 2020 mencapai 1.089 kWh, dengan proporsi pemanfaatan untuk sektor rumah tangga sebesar 38%, sektor industri sebesar 41%, sektor bisnis sebesar 15%, dan sisanya adalah sektor publik sebesar 6%.

Munir melanjutkan, guna meminimalisir terhadap lingkungan dan menjaga kesimbangan keseimbangan supply and demand energi listrik secara berkesinambungan, pemerintah tengah mendorong pengembangan pembangkit tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi High Efficiency Low Emission (HELE) pada PLTU, pengalihan bahan bakar yang lebih rendah karbon, penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), dan kompor induksi listrik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Rekomendasi
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Cara Mengatasi Morning...
Cara Mengatasi Morning Sickness agar Ibu Hamil Tetap Terpenuhi Nutrisinya
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved