Mau Pandemi atau Tidak, Ratusan Triliun Parkir di Bank Daerah
Rabu, 13 Januari 2021 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyampaikan, rendahnya serapan ini dilatarbelakangi beberapa faktor. Pertama, banyak kepala daerah yang lebih mengutamakan kepentingan politiknya karena adanya Pilkada, sehingga menomor duakan serapan anggaran.
Baca Juga: Serapan Anggaran Daerah Rendah, Ekonom Usul Kepala Daerah Tidak Digaji 3 Bulan
Baca juga: Saham BRI Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kapitalisasi Tembus Rp590,83 T
Kedua, takut terkena tindak pidana korupsi sehingga sangat hati-hati sekali yang kemudian berdampak pada lambatnya pencairan anggaran. Kemudian, adanya alasan work from home (WFH) membuat kinerja para pegawai negeri tidak maksimal.
Terakhir, ada pemerintah daerah yang tidak tegas pada pihak swasta yang memenangkan tender konstruksi. "Padahal sektor konstruksi menjadi sektor yang dikecualikan selama pandemi. sehingga membuat rendahnya serapan anggaran," terangnya.
Baca Juga: Serapan Anggaran Daerah Rendah, Ekonom Usul Kepala Daerah Tidak Digaji 3 Bulan
Baca juga: Saham BRI Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kapitalisasi Tembus Rp590,83 T
Kedua, takut terkena tindak pidana korupsi sehingga sangat hati-hati sekali yang kemudian berdampak pada lambatnya pencairan anggaran. Kemudian, adanya alasan work from home (WFH) membuat kinerja para pegawai negeri tidak maksimal.
Terakhir, ada pemerintah daerah yang tidak tegas pada pihak swasta yang memenangkan tender konstruksi. "Padahal sektor konstruksi menjadi sektor yang dikecualikan selama pandemi. sehingga membuat rendahnya serapan anggaran," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :