Vaksinasi Dimulai, Menperin Proyeksikan Industri Tumbuh 4 Persen
Kamis, 14 Januari 2021 - 11:25 WIB
loading...
Ilustrasi industri konveksi. Foto/Dok SINDOphoto/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada dua kunci utama dalam upaya membangkitkan kinerja industri nasional pada tahun ini, yakni melalui program vaksinasi Covid-19 dan penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Langkah strategis ini juga dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di tanah air,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Agus menegaskan, pihaknya berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu.
(Baca juga: Tunggangi Motor, Ridwan Kamil Kawal Vaksinasi COVID-19 Perdana di RSHS Bandung )
Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Adapun, sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.
Langkah strategis ini juga dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. “Dimulainya vaksinasi bisa menjadi kunci pendorong dalam pemulihan industri di tanah air,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
Program vaksinasi tersebut akan ditopang oleh serangkaian kebijakan yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Agus menegaskan, pihaknya berkomitmen memacu kembali daya saing industri nasional melalui empat jurus jitu.
(Baca juga: Tunggangi Motor, Ridwan Kamil Kawal Vaksinasi COVID-19 Perdana di RSHS Bandung )
Pertama, menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Adapun, sebanyak 18.527 IOMKI telah diberikan kepada perusahaan industri untuk mampu melindungi pekerjaan bagi 5,16 juta orang tenaga kerja.
Lihat Juga :