Dear Milenial, Awas Jangan Utang Buat Beli Saham
Senin, 18 Januari 2021 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Saham Apa Reksadana? Mana yang Cocok Buat Anda
Meski jumlah investor ritel terus bertambah, namun permasalahannya tingkat literasi keuangan yang masih rendah. Dari sejumlah kasus, beberapa diantaranya ada investor yang terlalu percaya diri. Misalnya ketika saham banyak yang ambruk, mereka langsung tidak siap menerima kerugian.
Literasi keuangan Indonesia masih di bawah 40% dan dengan demikian sebagian besar masyarakat belum memahami perencanaan keuangan (financial planning). Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar tapi tidak memperhitungkan risikonya.
Secara umum dia menjelaskan sebelum investasi pada saham, ada baiknya menyiapkan tabungan dana-dana penting sebagai contoh; Dana pendidikan, Dana kesehatan, Dana kebutuhan sehari-hari, Dana cadangan, Investasi yang fisik dahulu seperti rumah, emas, atau bangun bisnis. Baru setelah itu trading saham.
Pengamat keuangan Eko Endarto mengatakan masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi ketika masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar dari sisi risiko (risk) dan pengembaliannya (return).
Masyarakat hanya melihat dari sisi return dan menafikan adanya risiko. Padahal rumusnya jelas makin tinggi return maka potensi risk akan makin tinggi.
Meski jumlah investor ritel terus bertambah, namun permasalahannya tingkat literasi keuangan yang masih rendah. Dari sejumlah kasus, beberapa diantaranya ada investor yang terlalu percaya diri. Misalnya ketika saham banyak yang ambruk, mereka langsung tidak siap menerima kerugian.
Literasi keuangan Indonesia masih di bawah 40% dan dengan demikian sebagian besar masyarakat belum memahami perencanaan keuangan (financial planning). Bahayanya mereka menggunakan dana sehari-hari untuk trading saham lalu hanya berharap keuntungan yang besar tapi tidak memperhitungkan risikonya.
Secara umum dia menjelaskan sebelum investasi pada saham, ada baiknya menyiapkan tabungan dana-dana penting sebagai contoh; Dana pendidikan, Dana kesehatan, Dana kebutuhan sehari-hari, Dana cadangan, Investasi yang fisik dahulu seperti rumah, emas, atau bangun bisnis. Baru setelah itu trading saham.
Pengamat keuangan Eko Endarto mengatakan masalah penggunaan uang pribadi untuk investasi adalah masalah klasik. Menurutnya ini biasa terjadi ketika masyarakat awam masuk ke dalam investasi yang tidak dia ketahui benar dari sisi risiko (risk) dan pengembaliannya (return).
Masyarakat hanya melihat dari sisi return dan menafikan adanya risiko. Padahal rumusnya jelas makin tinggi return maka potensi risk akan makin tinggi.
Lihat Juga :