DPR Apresiasi Terobosan Erick Thohir Produksi Alkes Dalam Negeri
Jum'at, 15 Mei 2020 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
"Harus segera diwujudkan mana-mana yang bisa segera diproduksi untuk kemandirian alat kesehatan kita. Terus terang, situasi ini kan ada dampak ringan, menengah dan panjang," kata Aria Bima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, keputusan Erick Thohir itu sudah tepat dan benar, namun harus diakselerasikan dengan berbagai instrumen yang ada.
"Struktur pasar ini berubah, yang mana alkes dan pangan menjadi konsumsi terbesar. BUMN harus segera proaktif untuk menjadikan ini sebagai momentum untuk kemandirian terhadap industri farmasi, baik itu obat-obatan dan alat kesehatan," katanya. Baca: Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Dia mengatakan, ke depan mungkin bakal terjadi lagi kasus dan gejala yang sama dengan pandemi Covid-19. Untuk menghadapi hal itu, industri farmasi Indonesia harus mampu menjawab permasalahan itu.
"Mungkin dengan kasus dan gejala yang sama akan terjadi kedepan dan ternyata kita ventilator terbatas, bahan baku masker saja tergantung India, vitamin C saja kita bahan bakunya tergantung. Inikan yang membuat upaya mengatasi penyebarannya mengalami berbagai persoalan karena ketidakmampuan kita," ujarnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, keputusan Erick Thohir itu sudah tepat dan benar, namun harus diakselerasikan dengan berbagai instrumen yang ada.
"Struktur pasar ini berubah, yang mana alkes dan pangan menjadi konsumsi terbesar. BUMN harus segera proaktif untuk menjadikan ini sebagai momentum untuk kemandirian terhadap industri farmasi, baik itu obat-obatan dan alat kesehatan," katanya. Baca: Membangun Kemandirian Industri Alat Kesehatan dan Farmasi Saat Pandemi
Dia mengatakan, ke depan mungkin bakal terjadi lagi kasus dan gejala yang sama dengan pandemi Covid-19. Untuk menghadapi hal itu, industri farmasi Indonesia harus mampu menjawab permasalahan itu.
"Mungkin dengan kasus dan gejala yang sama akan terjadi kedepan dan ternyata kita ventilator terbatas, bahan baku masker saja tergantung India, vitamin C saja kita bahan bakunya tergantung. Inikan yang membuat upaya mengatasi penyebarannya mengalami berbagai persoalan karena ketidakmampuan kita," ujarnya.
Lihat Juga :