Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali Pelan-pelan Menggerus Mal, Pengunjung Tersisa 32%

Senin, 18 Januari 2021 - 23:27 WIB
loading...
Pembatasan Kegiatan...
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali membuat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan menurun sangat dalam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengungkapkan, bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali membuat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan menurun. Sebelum adanya PPKM, kunjungan masyarakat sebesar 40%, namun saat ini tinggal 32%.

"Traffic yang tadinya 40 persen, sampai saat ini rata-rata sekitar 32 persen. Bahkan beberapa pusat belanja mencapai 30 persen. Jadi drop sekitar 8 persen,” kata Ellen Hidayat dalam konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Jika Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali Bersambung, Pengusaha Minta Kelonggaran

Ia menjelaskan, adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 7 malam menjadi penyebab utama pengunjung menurun. Ditambah lagi, dine in atau makan di tempat hanya diperbolehkan 25% saja. "Kebijakan ini dampaknya sangat luas bagi pusat perbelanjaan." jelasnya

Ellen berharap, pemerintah melakukan kajian yang lebih tepat dalam menetapkan klaster Covid-19. Sebab menurutnya, pusat perbelanjaan bukanlah tempat klaster pandemi, karena sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Baca Juga: Pengusaha Pusat Perbelanjaan Lempar Wacana Vaksinasi di Mal

Sementara itu, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menambahkan, PPKM telah membuat seluruh ekosistem di pusat perbelanjaan terganggu. Sehingga banyak toko-toko yang menutup usahanya.

"Biasanya pengunjung banyak datang ke pusat perbelanjaan di malam hari, tak hanya makan malam sekaligus berbelanja. Kami harapkan pemerintah bisa memperpanjang waktu untuk pelaku usaha. Hippindo merasakan sekali dampak pembatasan ini, padahal selama ini kami selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Budihardjo.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puncak Belanja Lebaran...
Puncak Belanja Lebaran Diprediksi Terjadi Pekan Ini, Kunjungan ke Mall Bakal Naik 15%
3 Investor Baru IKN...
3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga
Pappajack Soft Opening,...
Pappajack Soft Opening, Momentum DADA Perkuat Portofolio Properti Komersial
Kepri Mall Bertransformasi...
Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota Batam
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Transformasi Mal, Ini...
Transformasi Mal, Ini Strategi Jitu LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
Razia Pak Ogah di Pusat...
Razia 'Pak Ogah' di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang
Mal Ciputra Cibubur...
Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Api Diduga dari Percikan Las
Rekomendasi
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
Seperti Harimau, Elang...
Seperti Harimau, Elang Jawa Terancam Tinggal Cerita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved