Proyek Stragis Nasional Hulu Migas Terhambat Pandemi Covid-19
Jum'at, 15 Mei 2020 - 19:09 WIB
loading...
SKK Migas mengungkapkan kondisi sejumlah proyek startegis nasional (PSN) hulu migas yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga berpotensi molor dari target. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khsusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan kondisi sejumlah proyek startegis nasional (PSN) hulu migas yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga berpotensi molor dari target. Sejumlah proyek strategis nasional tersebut diantaranya proyek LNG Abadi Masela di Maluku, Tangguh Train 3 di Papua Barat, Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru di Jawa Timur dan proyek Indonesia Deepwater Development Project di Kalimantan Timur.
"Proyek-proyek ini mengalami sedikit hambatan akibat terdampak kondisi Covid-19. Prediksinya akan mengalami kemunduruan," ungkap Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno saat webminar Akamigas, di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Menurut dia proyek Tangguh Train 3 yang dikelola oleh BP Indonesia dan Proyek JTB oleh Pertamina EP Cepu diproyeksikan akan mengalami kemunduran dua sampai tiga bulan dari rencana target operasi pada 2021 mendatang. Pihaknya menjelaskan bahwa kedua proyek proyek tersebut terhambat karena kontraktor memangkas jumlah pekerja di lapangan akibat kebijakan pembatasan pergerakan.
"Misalnya di proyek Tangguh Train 3 yang awalnya berjumlah 13.000 orang saat ini hanya 6.000 orang. Sama seperti dengan JTB sehingga prediksi tahun depan sedikit mengalami kemunduran," jelasnya.
Sementara proyek LNG Abadi Masela juga mengalami keterlambatan karena peralatan yang diimpor mengalami hambatan. Hal itu lantaran sejumlah negara tujuan impor menerapkan karantina wilayah sehingga pergerakan logistik menejadi terganggu. Guna mencari solusi atas persoalan tersebut rencananya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dengan CEO dan Presiden Direktur Inpex Corporation Takayuki Ueda akan melakukan pertemuan pada pekan depan.
"Proyek-proyek ini mengalami sedikit hambatan akibat terdampak kondisi Covid-19. Prediksinya akan mengalami kemunduruan," ungkap Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno saat webminar Akamigas, di Jakarta, Jumat (15/5/2020).
Menurut dia proyek Tangguh Train 3 yang dikelola oleh BP Indonesia dan Proyek JTB oleh Pertamina EP Cepu diproyeksikan akan mengalami kemunduran dua sampai tiga bulan dari rencana target operasi pada 2021 mendatang. Pihaknya menjelaskan bahwa kedua proyek proyek tersebut terhambat karena kontraktor memangkas jumlah pekerja di lapangan akibat kebijakan pembatasan pergerakan.
"Misalnya di proyek Tangguh Train 3 yang awalnya berjumlah 13.000 orang saat ini hanya 6.000 orang. Sama seperti dengan JTB sehingga prediksi tahun depan sedikit mengalami kemunduran," jelasnya.
Sementara proyek LNG Abadi Masela juga mengalami keterlambatan karena peralatan yang diimpor mengalami hambatan. Hal itu lantaran sejumlah negara tujuan impor menerapkan karantina wilayah sehingga pergerakan logistik menejadi terganggu. Guna mencari solusi atas persoalan tersebut rencananya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dengan CEO dan Presiden Direktur Inpex Corporation Takayuki Ueda akan melakukan pertemuan pada pekan depan.
Lihat Juga :