Pelaku Usaha Logistik Siap Dilibatkan dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Kamis, 21 Januari 2021 - 18:04 WIB
loading...
Pelaku Usaha Logistik...
Pelaku usaha logistik mengapresiasi komitmen pemerintah untuk melibatkan swasta dalam distribusi vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pelaku usaha logistik mengapresiasi komitmen Menteri BUMN Erick Thohir yang memastikan bahwa distribusi vaksin corona/Covid-19 di Indonesia tidak akan dimonopoli oleh Kementerian Kesehatan ataubadan usaha milik negara (BUMN).

Seperti diketahui, Erick mengemukakan, selain oleh BUMN, kegiatan distribusi vaksin Covid-19 bisa juga dilakukan oleh perusahaan swasta. "Distribusi vaksin tidak mungkin dimonopoli oleh Kemenkes dan BUMN, kita semua bersama-sama swasta harus mendistribusikan vaksin," ujar Erick.

Baca Juga: Malaysia Belum Dapat Vaksin, Menkes: Kita Sudah Kunci 600 Juta Dosis

Kendati begitu, Erick juga mengingatkan bahwa distribusi vaksin oleh swasta tidak boleh menjadi peluang bisnis yang bertujuan mencapai manfaat komersial. "Ini bukan bisnis vaksin ya," tegas Erick.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai pernyataan tersebutsebagai sinyal dan komitmen kuat bahwa pemerintah berkeinginan distribusi logistik vaksin Covid-19 tersebut dapat tersalurkan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Selain itu, pemerintah ingin melibatkan perusahaan swasta dalam berperan aktif mendistribusikan Vaksin tersebut secara transparan, cepat, aman dan dalam penanganan yang profesional," ujar Yukki, Kamis (21/1/2021).

Yukki mengatakan, ALFI juga telah menyampaikan usulan pentingnya kerja sama intensif dalam kegiatan distribusi logistik vaksin Covid-19, karena logistik dan distribusi vaksin tersebut sudah seharusnya menjadi pekerjaan bersama. Usulan itu, imbuhnya, guna membantu pemerintah agar memiliki pola disribusi yang matang dan terperinci.

Infografis: 4 Langkah Penanganan Distribusi Setelah Vaksin Covid-19 Datang "Sebab distribusi vaksin tidak bisa dilakukan menggunakan jalur logistik biasa, dan harus yang ada pengalaman agar proses distribusi dapat berlangsung lancar. Selain itu, saya juga meyakini bahwa pelaku usaha logistik tidak semata mencari keutungan dalam hal distribusi vaksin tersebut, tetapi ada tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan ini," ucap Yukki.

Melihat skalanya yang raksasa dan harus dilakukan secara cepat, Yukki juga berpendapat bahwa logistik vaksin kali ini harus dilakukan bersama, bahu-membahu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. "Tentunya melalui mekanisme yang transparan dan terbuka," tegasnya.

Dia mengatakan, jika pelaku usaha logistik swasta akan dilibatkan dalam distribusi vaksin covid-19, Yukki mengusulkan beberapa ide distribusi untuk pemerintah dari skema atau pola pengiriman, infrastruktur dan fasilitas, hingga sistem yang digunakan.

Baca Juga: Ini Daftar Vaksin untuk Program Vaksinasi Mandiri, Menko Airlangga: Aturan Disiapkan

Yukki mengusulkan agar pemerintah menentukan beberapa titik atau pusat penyaluran vaksin (hub) di kota-kota besar di Indonesia. Hub-hub inilah yang akan bertanggung jawab menyalurkan vaksin Covid-19 ke kabupaten/kota tertentu. Kemudian, dari hub vaksin ditransportasikan ke Rumah Sakit (RS) tempat calon penerima vaksin dijadwalkan menerima penyuntikan.

Dia menyarankan untuk tidak menyimpan stok vaksin di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi masing-masing karena fasilitas dan infrastruktur di setiap Dinkes tidak merata. Pemerintah juga disarankan berhati-hati dalam mengkaji penyetoran vaksin.

"Pasalnya, salah kalkulasi dapat berakibat fatal. Contohnya, jika vaksin disimpan di tempat yang tak memiliki fasilitas cold storage atau pendingin sesuai kebutuhan, vaksin berpotensi rusak dan tak dapat digunakan," kata Yukki sebelumnya, saat rapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (20/1) lalu.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solusi Logistik Adaptif...
Solusi Logistik Adaptif untuk Pelaku Bisnis B2B dan Social Commerce
ALFI Mendorong Transformasi...
ALFI Mendorong Transformasi Logistik Agar Berdaya Saing Global
Dony Oskaria Dipanggil...
Dony Oskaria Dipanggil Prabowo usai Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN
Dony Oskaria Dinilai...
Dony Oskaria Dinilai Tepat Pimpin BUMN, Perkuat Momentum Transformasi
Ini Alasan Prabowo Tunjuk...
Ini Alasan Prabowo Tunjuk Dony Oskaria jadi Plt Menteri BUMN
Dony Oskaria Ditunjuk...
Dony Oskaria Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN
Ditinggal Erick Thohir,...
Ditinggal Erick Thohir, Posisi Menteri BUMN Kosong
Dicopot dari Menteri...
Dicopot dari Menteri BUMN, Erick Thohir Kini Jabat Menpora
Erick Thohir Dikabarkan...
Erick Thohir Dikabarkan Jadi Menpora
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved