Enam Jurus Menteri Teten Kembangkan Usaha Cilik dan Koperasi
Jum'at, 22 Januari 2021 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Lalu untuk bidang kewirausahaan dengan outcome peningkatan rasio kewirausahaan yang saat ini 3,47%. “Kami akan fokus pada konsultasi bisnis dan layanan pendampingan usaha dan pengembangan teknologi informasi dan inkubasi usaha melalui fasilitasi,” katanya.
Hal itu ditunjang dengan pengembangan ekosistem bisnis melalui kerja sama dunia usaha dan dunia industri serta perguruan tinggi dan pembiayaan wirausaha melalui perluasan akses pembiayaan dan fasilitasi permodalan.
Sedangkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun akan diperkuat untuk menyalurkan dana bergulir bagi koperasi diarahkan ke sektor riil difokuskan kepada sub sektor pertanian, kehutanan (perhutanan sosial), pertenakan, perikananan, perkebunan dan UKM strategis.
Selanjutnya Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LLP-KUMKM) akan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani pemasaran dan perdagangan lokal, regional, dan internasional. “Kami akan mendorong pengembangan SMESCO HUB untuk Indonesia bagian timur didukung dengan pelatihan dan pengembangan program sparc,” kata Teten.
Di lain pihak ia menambahkan banpres produktif untuk pelaku usaha mikro pada tahun 2020 juga telah tersalurkan kepada 12 juta usaha mikro (100%) dengan nilai anggaran Rp28,8 triliun. Namun hingga saat ini belum seluruhnya disalurkan oleh perbankan karena masih adanya pembatasan sosial. Oleh karena itu, Kemenkop mengajukan pertimbangan kepada Kementerian Keuangan agar dapat memberikan kelonggaran pencairan hingga 31 Januari 2021. ( Baca juga:Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan )
Hal itu ditunjang dengan pengembangan ekosistem bisnis melalui kerja sama dunia usaha dan dunia industri serta perguruan tinggi dan pembiayaan wirausaha melalui perluasan akses pembiayaan dan fasilitasi permodalan.
Sedangkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun akan diperkuat untuk menyalurkan dana bergulir bagi koperasi diarahkan ke sektor riil difokuskan kepada sub sektor pertanian, kehutanan (perhutanan sosial), pertenakan, perikananan, perkebunan dan UKM strategis.
Selanjutnya Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LLP-KUMKM) akan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani pemasaran dan perdagangan lokal, regional, dan internasional. “Kami akan mendorong pengembangan SMESCO HUB untuk Indonesia bagian timur didukung dengan pelatihan dan pengembangan program sparc,” kata Teten.
Di lain pihak ia menambahkan banpres produktif untuk pelaku usaha mikro pada tahun 2020 juga telah tersalurkan kepada 12 juta usaha mikro (100%) dengan nilai anggaran Rp28,8 triliun. Namun hingga saat ini belum seluruhnya disalurkan oleh perbankan karena masih adanya pembatasan sosial. Oleh karena itu, Kemenkop mengajukan pertimbangan kepada Kementerian Keuangan agar dapat memberikan kelonggaran pencairan hingga 31 Januari 2021. ( Baca juga:Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan )
Lihat Juga :