Fasilitasi Pembayaran Tanpa Kontak Fisik, Instapay Punya 12.000 Mitra UMKM
Jum'at, 29 Januari 2021 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Merchant atau penjual bisa memanfaatkan fitur ‘scan & pay’ guna meminimalisir kontak fisik ketika pembayaran offline. Demikian juga untuk pembayaran online, bisa menggunakan fitur bayar melalui aplikasi pesan seperti Whatsapp, Line, Telegram sehingga pembeli tidak perlu bertatap muka atau datang langsung ke toko.
Pembuatan dan pengiriman invoice dari smartphone bisa lebih mudah. Pembeli juga dapat melakukan pembayaran dari mana saja dan kapan saja hingga menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.
“Para pelaku usaha dapat dengan mudah untuk membuat invoice, melakukan penagihan, dan menerima dan mengecek pembayaran secara online dengan menggunakan aplikasi mobile pada handphone. Mereka juga bisa meminimalkan risiko terjadinya transaksi fiktif yang sering terjadi,” ujarnya.
Sejauh ini, layanan tersebut telah memperoleh izin dari Bank Indonesia dan telah bekerja sama dengan beberapa lembaga perbankan. Valerino juga mengklaim sudah lebih dari 12 ribu UMKM yang melakukan transaksi dengan aplikasi tersebut.
Ia meyakini angka tersebut terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat untuk akses transaksi nirsentuh yang terus berkembang. Selain itu, inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi rekan kerja para pelaku usaha untuk meningkatkan usahanya ke tahap yang lebih luas termasuk untuk ekspor ke mancanegara melalui sistem pembayaran tanpa harus memiliki integrasi website atau mesin EDC (electronic data capture).
Pembuatan dan pengiriman invoice dari smartphone bisa lebih mudah. Pembeli juga dapat melakukan pembayaran dari mana saja dan kapan saja hingga menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.
“Para pelaku usaha dapat dengan mudah untuk membuat invoice, melakukan penagihan, dan menerima dan mengecek pembayaran secara online dengan menggunakan aplikasi mobile pada handphone. Mereka juga bisa meminimalkan risiko terjadinya transaksi fiktif yang sering terjadi,” ujarnya.
Sejauh ini, layanan tersebut telah memperoleh izin dari Bank Indonesia dan telah bekerja sama dengan beberapa lembaga perbankan. Valerino juga mengklaim sudah lebih dari 12 ribu UMKM yang melakukan transaksi dengan aplikasi tersebut.
Ia meyakini angka tersebut terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat untuk akses transaksi nirsentuh yang terus berkembang. Selain itu, inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi rekan kerja para pelaku usaha untuk meningkatkan usahanya ke tahap yang lebih luas termasuk untuk ekspor ke mancanegara melalui sistem pembayaran tanpa harus memiliki integrasi website atau mesin EDC (electronic data capture).
(ynt)
Lihat Juga :