Mendag Sebut Strategi Soal Daging Sapi Sudah Ada, Tapi Masih Rahasia

Jum'at, 29 Januari 2021 - 17:47 WIB
loading...
Mendag Sebut Strategi...
Kemendag memastikan akan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri dengan harga yang wajar. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Tanah Air. Strategi itu disusun untuk mengatasi kekurangan pasokan daging karena harga sapi impor dari Australia yang harganya sedang tinggi.

Baca Juga: Harga Naik, Permintaan Daging Sapi di Bandung Turun
Sayangnya, Lutfi masih enggan membeberkan secara gamblang mengenai strategi tersebut. "Saya harus mempunyai alternatif soal daging sapi, dan alternatif itu kita sedang digodok di dalam, sebentar lagi keluar. Biarkan kami berstrategi dan biarkan kami bekerja untuk memastikan nilai terbaik untuk gizi bangsa," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).
Lutfi menjelaskan, Australia saat ini sedang menahan laju ekspor sapinya. Padahal, 52% dari sapi tersebut dijual ke Indonesia. Selain itu, harga yang dikeluarkan untuk daging sapi hidup itu sedang tinggi.

"Tren harga sapi Australia itu biasanya di kisaran USD2,5 sampai USD2,8 per kilogram sapi hidup. Nah sekarang menjadi USD3,8, ini tidak sehat," jelasnya.

Baca Juga: Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko

Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah meminta BUMN untuk mengintervensi masalah sapi ini agar daging sapi tersedia di Hari Raya Lebaran. Untuk itu, dia memastikan pemerintah pasti akan mencari alternatif agar stok daging terpenuhi. "Kita akan mencari alternatif lain bahwa kita akan mendapatkan daging sapi dengan harga sapi yang kompetitif," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Amran Ancam Cabut Izin...
Amran Ancam Cabut Izin Feedloter dan Distributor yang Bikin Daging Sapi Mahal
Pedagang Daging Jabodetabek...
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Lapak Pasar Kosong Melompong
Daging Kurban Ternyata...
Daging Kurban Ternyata Setara Whey Protein, Bisa Tingkatkan Massa Otot
Ini Cara Simpan Daging...
Ini Cara Simpan Daging Kurban agar Tidak Alot, Jangan Langsung Masuk Freezer!
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Rekomendasi
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Infografis
Sudah Ada di Indonesia,...
Sudah Ada di Indonesia, Begini Gejala Cacar Monyet Pasien Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved