Pertemuan Tingkat Menteri WTO, Mendag Bahas Reformasi Organisasi Dagang hingga Subsidi Perikanan
Senin, 01 Februari 2021 - 14:10 WIB
loading...
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhamad Lutfi. Foto/Dok Kemendag
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan perlu adanya reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) untuk menghadapi berbagai tantangan global. Salah satunya, krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
Hal ini disampaikan Mendag saat Informal WTO Ministerial Gathering (Pertemuan Informal Tingkat Menteri WTO) secara virtual pada Jumat (29/1). Pertemuan diikuti 29 negara anggota dengan agenda untuk membahas peran WTO menghadapi tantangan global di tengah pandemi dalam pemulihan ekonomi dan prioritas persiapan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12.
“Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi stabilitas ekonomi global dan menjadi perhatian seluruh anggota WTO. Untuk itu, reformasi WTO diperlukan untuk mendukung peran strategis WTO dalam menghadapi tantangan global, khususnya krisis yang disebabkan pandemi,” kata Mendag dalam keterangan resminya, Senin (27/1/2021).
(Baca juga: Virus Nipah di China dengan Tingkat Kematian 75% Bisa Menjadi Pandemi Baru )
Dalam pertemuan ini, mayoritas perwakilan pemerintah negara menyampaikan komitmen menjaga kredibilitas sistem perdagangan multilateral dan juga mendesak beberapa hal yang harus diselesaikan saat ini.
Hal ini disampaikan Mendag saat Informal WTO Ministerial Gathering (Pertemuan Informal Tingkat Menteri WTO) secara virtual pada Jumat (29/1). Pertemuan diikuti 29 negara anggota dengan agenda untuk membahas peran WTO menghadapi tantangan global di tengah pandemi dalam pemulihan ekonomi dan prioritas persiapan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12.
“Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi stabilitas ekonomi global dan menjadi perhatian seluruh anggota WTO. Untuk itu, reformasi WTO diperlukan untuk mendukung peran strategis WTO dalam menghadapi tantangan global, khususnya krisis yang disebabkan pandemi,” kata Mendag dalam keterangan resminya, Senin (27/1/2021).
(Baca juga: Virus Nipah di China dengan Tingkat Kematian 75% Bisa Menjadi Pandemi Baru )
Dalam pertemuan ini, mayoritas perwakilan pemerintah negara menyampaikan komitmen menjaga kredibilitas sistem perdagangan multilateral dan juga mendesak beberapa hal yang harus diselesaikan saat ini.
Lihat Juga :