Kesenjangan Akibat Pandemi Melebar, Dunia Harus Turun Tangan
Selasa, 02 Februari 2021 - 05:21 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Hati-hati! Kemiskinan Melonjak dan Pengangguran Meledak Capai 4,5 Juta Orang )
Bucher menegaskan, pemerintah di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk membangun pemulihan ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan adil. “Pemerintah harus menginvestisikan pada pelayanan publik dan sektor rendah karbon untuk menciptakan jutaan pekerjaan baru dan menjamin semua orang mendapatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan dan perawatan sosial,” ujar Bucher.
“Mereka harus menjamin orang kaya dan perusahaan berkontribusi terhadap pajak yang adil,” paparnya. Dia juga mengatakan, situasi normal baru dalam ekonomi harus bekerja menguntungkan semua orang, bukan hanya sebagian kecil orang saja. Pemerintah di seluruh dunia juga harus membangun kebijakan yang transformatif dan perusahaan untuk melindungi para pekerjanya.
Dalam pandangan profesor ekonomi Universitas Massachusetts Amherst, Jayati Ghosh, kerja sama internaisonal menjadi tantangan yang harus diimplementasikan. Dia menjelaskan pemerintahan baru Amerika Serikat Joe Biden menunjukkan keinginan bergabung dalam mengatasi termasuk penanganan tax haven dan bailout untuk negara berkembang. “Ada banyak tantangan, tetapi banyak hal yang bisa dilakukan secepatnya,” katanya.
Tahun lalu, Oxfam juga menyebutkan kesenjangan orang kaya dan miskin juga bertambah lebar. Pada 2019, jumlah miliarder dunia jumlahnya mencapai 2.153 orang. Walau jumlahnya sedikit ternyata kekayaan mereka melebihi kekayaan 4,6 miliar orang di dunia. Padahal populasi benua diperkirakan mencapai 7,8 miliar pada 2020. Artinya ada 0,00003% orang yang lebih kaya dibanding hampir 60% orang di dunia. Jika 22 orang terkaya di dunia digabungkan kekayaannya, maka mereka masih tetap lebih kaya dibandingkan seluruh kekayaan wanita di Benua Afrika.
Jika menggunakan acuan 22 orang terkaya di dunia versi Forbes, maka total kekayaan mereka mencapai USD1,28 triliun. Dan menariknya, 1% orang terkaya di dunia memiliki kekayaan dua kali lipat dibanding 6,9 miliar orang di dunia.
Artinya ada sekitar 78 juta orang di dunia jika dikumpulkan kekayaannya maka jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari total kekayaan hampir 88% penduduk bumi. "Kesenjangan antara si kaya dan si miskin tak dapat dihilangkan kalau sengaja tak dihilangkan, sedikit sekali pemerintah yang memiliki komitmen akan hal ini,” ungkap CEO Oxfam India Amitabh Behar.
Bucher menegaskan, pemerintah di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk membangun pemulihan ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan adil. “Pemerintah harus menginvestisikan pada pelayanan publik dan sektor rendah karbon untuk menciptakan jutaan pekerjaan baru dan menjamin semua orang mendapatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan dan perawatan sosial,” ujar Bucher.
“Mereka harus menjamin orang kaya dan perusahaan berkontribusi terhadap pajak yang adil,” paparnya. Dia juga mengatakan, situasi normal baru dalam ekonomi harus bekerja menguntungkan semua orang, bukan hanya sebagian kecil orang saja. Pemerintah di seluruh dunia juga harus membangun kebijakan yang transformatif dan perusahaan untuk melindungi para pekerjanya.
Dalam pandangan profesor ekonomi Universitas Massachusetts Amherst, Jayati Ghosh, kerja sama internaisonal menjadi tantangan yang harus diimplementasikan. Dia menjelaskan pemerintahan baru Amerika Serikat Joe Biden menunjukkan keinginan bergabung dalam mengatasi termasuk penanganan tax haven dan bailout untuk negara berkembang. “Ada banyak tantangan, tetapi banyak hal yang bisa dilakukan secepatnya,” katanya.
Tahun lalu, Oxfam juga menyebutkan kesenjangan orang kaya dan miskin juga bertambah lebar. Pada 2019, jumlah miliarder dunia jumlahnya mencapai 2.153 orang. Walau jumlahnya sedikit ternyata kekayaan mereka melebihi kekayaan 4,6 miliar orang di dunia. Padahal populasi benua diperkirakan mencapai 7,8 miliar pada 2020. Artinya ada 0,00003% orang yang lebih kaya dibanding hampir 60% orang di dunia. Jika 22 orang terkaya di dunia digabungkan kekayaannya, maka mereka masih tetap lebih kaya dibandingkan seluruh kekayaan wanita di Benua Afrika.
Jika menggunakan acuan 22 orang terkaya di dunia versi Forbes, maka total kekayaan mereka mencapai USD1,28 triliun. Dan menariknya, 1% orang terkaya di dunia memiliki kekayaan dua kali lipat dibanding 6,9 miliar orang di dunia.
Artinya ada sekitar 78 juta orang di dunia jika dikumpulkan kekayaannya maka jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari total kekayaan hampir 88% penduduk bumi. "Kesenjangan antara si kaya dan si miskin tak dapat dihilangkan kalau sengaja tak dihilangkan, sedikit sekali pemerintah yang memiliki komitmen akan hal ini,” ungkap CEO Oxfam India Amitabh Behar.
(ynt)
Lihat Juga :