Cara Erick Thohir Dorong Industri EV Baterai Indonesia Agar Mendunia
Rabu, 03 Februari 2021 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2023 mendatang, OEM mulai memproduksi EV di Indonesia. Kemudian, pada 2024 smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) ditargetkan mulai beroperasi yang dikembangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam dan pabrik Pabrik Precursor baterai dan katoda mulai beroperasi yang dikerjakan Pertamina dan MIND ID.
Sementara pada 2025, melalui Pertamina dan PLN Pabrik cell to pack mulai beroperasi. Tahapan selanjutnya adalah adopsi 100 persen kendaraan listrik seiring dengan pemberlakuan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur. "Ibu Kota Baru, dengan target 100 persen adopsi EV," katanya.
(Baca juga: Industri Baterai Dikaitkan dengan Pilpres 2024, Pahala: Hanya Ingin Ambil Kesempatan )
Kementerian BUMN memastikan Holding Indonesia Battery Corporation akan terbentuk pada semester I-2021. Holding tersebut diri dari Antam, Pertamina, PLN, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND.ID
Ketiga perseroan plat merah itu akan bergabung dan dinaungi MIND.ID. Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, MIND.ID ada Antam akan fokus pada sektor hulu. Dimana, kedua perseroan akan bertanggung jawab pada penambangan dan memproses bahan baterai seperti nikel dan alumunium menjadi sulfat.
Sementara PLN dan Pertamina difokuskan pada sektor hilirnya. Tugas yang dikerjakan adalah pembentukan baterai, distribusinya, dan membuat penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Sementara pada 2025, melalui Pertamina dan PLN Pabrik cell to pack mulai beroperasi. Tahapan selanjutnya adalah adopsi 100 persen kendaraan listrik seiring dengan pemberlakuan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur. "Ibu Kota Baru, dengan target 100 persen adopsi EV," katanya.
(Baca juga: Industri Baterai Dikaitkan dengan Pilpres 2024, Pahala: Hanya Ingin Ambil Kesempatan )
Kementerian BUMN memastikan Holding Indonesia Battery Corporation akan terbentuk pada semester I-2021. Holding tersebut diri dari Antam, Pertamina, PLN, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND.ID
Ketiga perseroan plat merah itu akan bergabung dan dinaungi MIND.ID. Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, MIND.ID ada Antam akan fokus pada sektor hulu. Dimana, kedua perseroan akan bertanggung jawab pada penambangan dan memproses bahan baterai seperti nikel dan alumunium menjadi sulfat.
Sementara PLN dan Pertamina difokuskan pada sektor hilirnya. Tugas yang dikerjakan adalah pembentukan baterai, distribusinya, dan membuat penyimpanan di tingkat rumah tangga.
(ind)
Lihat Juga :