Erick Thohir Target BUMN Go Global dalam 3 Tahun

Kamis, 04 Februari 2021 - 15:30 WIB
loading...
Erick Thohir Target...
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/SINDophoto/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan, tiga tahun ke depan ada banyak perseroan plat merah yang bisa menapaki sayap bisnisnya di kancah global. Langkah itu merupakan bagian dari transformasi BUMN.

Upaya mendorong kinerja perusahaan negara di tingkat global seiring dengan keterbukaan akses dan informasi yang memungkinkan hampir semua perusahaan negara-negara di dunia dapat unjuk gigi. Karenanya, BUMN diharapkan mampu menjadi preference dari perusahaan global itu sendiri.

Baca juga: Jokowi Kerek Target Investasi 2021 Jadi Rp900 Triliun, Menko Luhut: Itu Tidak Sulit

"Saya mengharapkan juga banyak perusahaan-perusahaan BUMN menjadi preference daripada (perusahaan) global, karena persaingan sekarang sangat terbuka. Karena itu juga dalam transformasi di BUMN kami percaya untuk tiga tahun ke depan, saya bersama para Wamen, dan ini bagian dari transparansi, good corporate governance, kami akan me-listing-kan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya," ujarnya Kamis (4/2/2021).

(Baca juga: Menteri Erick Janjikan 12 Perusahaan BUMN Segera IPO )

Khusus untuk PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk,. Mantan Bos Inter Milan itu menilai, BSI mampu membawa kesetaraan bagi pelaku pasar. Khususnya, mereka yang percaya dengan industri finansial syariah di Indonesia.

Kehadiran BSI disebut Erick telah sesuai dengan peta jalan Kementerian BUMN. Karenanya, pemerintah menargetkan akan menghadirkan lebih banyak lagi perseroan negara yang berdaya saing global.

“Karena itu saya berharap tentu amanah yang diberikan, Pak Hery (Dirut BSI Hery Gunardi) bersama jajaran direksi dan komisaris ini, kita harus jaga. Kita harus memastikan dengan adanya Bank Syariah Indonesia ada keberpihakan dan kesetaraan untuk market yang percaya dengan industri finansial syariah," tuturnya.

(Baca juga: Selama 2 Tahun Eks Karyawan Bank Ini Edarkan Rp600 Juta Uang Palsu )

BSI sebagai entitas baru hasil penggabungan tiga bank syariah Himbara yang efektif beroperasi 1 Februari lalu, memulai debut di pasar modal ditandai dengan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (opening bell ceremony) pada Kamis pagi tadi.

Debut Bank Syariah Indonesia di pasar modal diikuti naiknya harga saham emiten berkode BRIS ini sebesar 0,73 persen dari harga pembukaan di level Rp2.750 menjadi Rp 2.770 per lembar ketika pasar dibuka.

Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kali ini Bank Syariah Indonesia turut memperkenalkan diri kepada para investor dan pelaku pasar modal dalam kegiatan bertajuk IDX Debut di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

(Baca juga: Bos Bank Syariah Indonesia Harap BRIS Jadi Primadona di Bursa )

BSI berstatus sebagai perusahaan BUMN terbuka dan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRIS. Komposisi pemegang saham Bank Syariah Indonesia terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 50,95 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 24,91 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,29 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved