Rupiah Dibuka Perkasa ke Rp15.840/USD Mengiringi Mata Uang Safe Haven

Senin, 13 April 2020 - 11:01 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, komoditas mata uang tergelincir saat kesepakatan produksi OPEC + memberikan sedikit kegembiraan. Mata uang komoditas tergelincir terhadap safe haven seperti dolar dan Yen pada perdagangan, Senin seiring kabar baik dari OPEC dan sekutunya.

Greenback melayang lebih tinggi terhadap mata uang Australia dan Selandia Baru, yang dipandang sebagai barometer sentimen risiko, dalam tanda investor tetap prihatin tentang permintaan global untuk komoditas. Sementara pasar keuangan masih tertekan dibayangi penyebaran virus corona yang membatasi pergerakan dan menyeret ekonomi global ke dalam resesi lebih dalam.

Dolar naik 0,24% terhadap crown Norwegia ke 10,21 dan menguat sebesar 0,44% menjadi 23,43 terhadap Peso Meksiko. Terhadap dolar Kanada, mata uang AS bergerak stabil di 1.3965. Perdagangan cenderung tenang saat pasar keuangan di Australia, Selandia Baru, Hong Kong, dan Inggris ditutup masih suasana libur Paskah.

Yen Jepang juga menanjak naik sebesar 0,18% menjadi 108,31 per dolar di Asia pada hari Senin dan melonjak lebih dari 0,3% melawan mata uang Australia dan Selandia Baru. Terhadap Safe-Haven Swiss Franc, greenback kokoh di 0,9656.
(ant)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved