Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Sabtu, 16 Mei 2020 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Dari kegiatan Sekolah Lapang diharapkan hasil produktivitas padi di daerah irigasi lokasi proyek meningkat minimal 50% dan juga intensitas tanam di daerah irigasi lokasi meningkat minimal 25%. Kegiatan Sekolah Lapang untuk Daerah Irigasi Pongge'e Kecamatan Pamona Timur, terdiri dari 4 angkatan. Tiap angkatannya berjumlah 25 orang. Kegiatan ini dilakukan di areal persawahan di Pongge'e.
Dalam Sekolah Lapang, petani mendapatkan materi mengenai budidaya padi mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen dan pascapanen. Yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah dari Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Koordinator Penyuluh, PPL, dan staf Pendamping kegiatan IPDMIP.
"Kami semua sebagai pendamping dalam kegiatan IPDMIP terus berusaha semaksimal mungkin mendampingi petani dalam mengolah sawahnya dan mencarikan solusi jika ada kendala yang dihadapi. Khususnya pada periode sekarang ini dimana seluruh Indonesia sedang mengalami masa pandemi Covid-19 yang berdampak juga pada sektor pertanian sehingga menuntut antisipasi yang tepat dengan pemberlakuan PSBB," lanjut Suratno.
Kabupaten Poso sendiri sudah masuk dalam kategori Redzone (Zona Merah). Untuk itu, Dinas Pertanian menginstruksikan agar dalam pelaksanaan kegiatan IPDMIP harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di daerah Irigasi Pongge'e, Sekolah Lapang tetap dilaksanakan dengan menerapkan sistem Social Distancing pada saat berlangsungnya semua kegiatan.
Diantaranya mengatur jarak antarpetani, menggunakan masker dan mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah kegiatan. Selain itu, dalam berinteraksi antara Penyuluh dan petani, cukup dengan memaksimalkan media komunikasi yang ada berupa handphone, WhatsApp, Video Call maupun SMS sehingga penyuluh tetap bisa mendampingi para petani saat melaksanakan Sekolah Lapang.
Petani juga mengharapkan agar kegiatan Sekolah Lapang tetap berjalan pada MT 2. Terlebih lagi, jadwal tanam sudah dekat sesuai arahan Menteri Pertanian untuk percepatan tanam sehingga ketersediaan stok pangan tetap terjamin.
Dalam Sekolah Lapang, petani mendapatkan materi mengenai budidaya padi mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen dan pascapanen. Yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah dari Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Koordinator Penyuluh, PPL, dan staf Pendamping kegiatan IPDMIP.
"Kami semua sebagai pendamping dalam kegiatan IPDMIP terus berusaha semaksimal mungkin mendampingi petani dalam mengolah sawahnya dan mencarikan solusi jika ada kendala yang dihadapi. Khususnya pada periode sekarang ini dimana seluruh Indonesia sedang mengalami masa pandemi Covid-19 yang berdampak juga pada sektor pertanian sehingga menuntut antisipasi yang tepat dengan pemberlakuan PSBB," lanjut Suratno.
Kabupaten Poso sendiri sudah masuk dalam kategori Redzone (Zona Merah). Untuk itu, Dinas Pertanian menginstruksikan agar dalam pelaksanaan kegiatan IPDMIP harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di daerah Irigasi Pongge'e, Sekolah Lapang tetap dilaksanakan dengan menerapkan sistem Social Distancing pada saat berlangsungnya semua kegiatan.
Diantaranya mengatur jarak antarpetani, menggunakan masker dan mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah kegiatan. Selain itu, dalam berinteraksi antara Penyuluh dan petani, cukup dengan memaksimalkan media komunikasi yang ada berupa handphone, WhatsApp, Video Call maupun SMS sehingga penyuluh tetap bisa mendampingi para petani saat melaksanakan Sekolah Lapang.
Petani juga mengharapkan agar kegiatan Sekolah Lapang tetap berjalan pada MT 2. Terlebih lagi, jadwal tanam sudah dekat sesuai arahan Menteri Pertanian untuk percepatan tanam sehingga ketersediaan stok pangan tetap terjamin.
Lihat Juga :