Dahlan Iskan Sentil Utang BUMN di Tengah Rencana Rombongan Pelat Merah IPO
Jum'at, 05 Februari 2021 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Lelaki kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu pun meyakini kemampuan Erick Thohir untuk membawa BUMN melantai ke pasar modal. Bahkan, dia menyarankan lebih banyak lagi BUMN yang harus di-IPO-kan.
"Kalau saya positif sekali melihat langkah Pak Menteri Erick untuk sebanyak mungkin membawa perusahaan BUMN ke lantai bursa. Bukan hanya menyelesaikan masalah keuangan tapi yang terpenting selesaikan urusan bagaimana BUMN lebih profesional, karena dengan di bursa itu lebih profesional," kata dia.
Baca Juga: Erick Thohir Bongkar Satu Kekurangan di Masa Pemerintahan Pak Jokowi
Erick mengatakan, sebagai salah satu bagian dari program Kementerian BUMN, pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah BUMN termasuk anak-cucu perusahaannya untuk masuk ke pasar modal melalui skema IPO.
“Kita akan melistingkan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya. Di pipeline saya nggak mau bilang angka fix-nya nanti dicari-cari, tapi ada 8-12 yang kita akan go public,” kata Erick.
Dia menargetkan, sejumlah BUMN yang tengah ada dalam pipeline tersebut bisa melantai di bursa dalam kurun waktu 3 tahun ke depan atau hingga 2023 mendatang.
"Kalau saya positif sekali melihat langkah Pak Menteri Erick untuk sebanyak mungkin membawa perusahaan BUMN ke lantai bursa. Bukan hanya menyelesaikan masalah keuangan tapi yang terpenting selesaikan urusan bagaimana BUMN lebih profesional, karena dengan di bursa itu lebih profesional," kata dia.
Baca Juga: Erick Thohir Bongkar Satu Kekurangan di Masa Pemerintahan Pak Jokowi
Erick mengatakan, sebagai salah satu bagian dari program Kementerian BUMN, pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah BUMN termasuk anak-cucu perusahaannya untuk masuk ke pasar modal melalui skema IPO.
“Kita akan melistingkan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya. Di pipeline saya nggak mau bilang angka fix-nya nanti dicari-cari, tapi ada 8-12 yang kita akan go public,” kata Erick.
Dia menargetkan, sejumlah BUMN yang tengah ada dalam pipeline tersebut bisa melantai di bursa dalam kurun waktu 3 tahun ke depan atau hingga 2023 mendatang.
(akr)
Lihat Juga :