Sejarah! BPJS Kesehatan Akhirnya Catatkan Surplus Sebesar Rp18,74 Triliun
Senin, 08 Februari 2021 - 15:29 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan mencatat kinerja yang cemerlang di akhir tahun pengabdiannya pada 2020. Salah satunya tecermin dari suksesnya pembayaran semua klaim.
"Di akhir tahun pengabdian tim kami di 2020, tidak terdapat gagal bayar klaim pelayanan kesehatan," ujar Fachmi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin(8/2/2021). ( Baca juga:Anggaran Dipotong Rp6,33 Triliun, Mau Tahu Apa Fokus Kementan Tahun Ini )
Dia menekankan bahwa di akhir tahun 2020, laporan unaudited surplus arus kas (cashflow) dana jaminan sosial sebesar Rp18,74 triliun. Surplus itu, kata Fachmi, karena pemerintah selalu memastikan kecukupan pembiayaan berjalan.
"Pemerintah tidak ingin masyarakat terhambat dalam mengakses kesehatan apabila rumah sakit terganggu cashflownya dan tidak dapat melayani dengan baik," terang Fachmi.
Kondisi ini membuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan tetap sehat dan memastikan pembayaran ke depannya tepat waktu.
"Di akhir tahun pengabdian tim kami di 2020, tidak terdapat gagal bayar klaim pelayanan kesehatan," ujar Fachmi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin(8/2/2021). ( Baca juga:Anggaran Dipotong Rp6,33 Triliun, Mau Tahu Apa Fokus Kementan Tahun Ini )
Dia menekankan bahwa di akhir tahun 2020, laporan unaudited surplus arus kas (cashflow) dana jaminan sosial sebesar Rp18,74 triliun. Surplus itu, kata Fachmi, karena pemerintah selalu memastikan kecukupan pembiayaan berjalan.
"Pemerintah tidak ingin masyarakat terhambat dalam mengakses kesehatan apabila rumah sakit terganggu cashflownya dan tidak dapat melayani dengan baik," terang Fachmi.
Kondisi ini membuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan tetap sehat dan memastikan pembayaran ke depannya tepat waktu.
Lihat Juga :