Anggaran Dipotong Rp6,33 Triliun, Mau Tahu Apa Fokus Kementan Tahun Ini

Senin, 08 Februari 2021 - 15:14 WIB
loading...
Anggaran Dipotong Rp6,33 Triliun, Mau Tahu Apa Fokus Kementan Tahun Ini
Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dipangkas sebesar Rp6,33 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Untuk itu, Kementan melakukan penyesuaian anggaran di tahun ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) dipangkas sebesar Rp6,33 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 . Pemangkasan tersebut sesuai dengan Surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021 perihal Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2021.

Pada awal pagu anggaran sebesar Rp21,84 triliun kini menjadi Rp15,51 triliun. Untuk itu, Kementan melakukan penyesuaian anggaran di tahun ini.

Baca Juga: Januari 2021, Kementan Torehkan Peningkatan NTP dan NTUP

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan fokus mewujudkan kemandirian penyediaan pangan penduduk, meningkatkan daya saing produksi pertanian serta mewujudkan kesejahteraan petani di tahun anggaran 2021.

"Memasuki tahun 2021 ini, pembangunan nasional masih akan menghadapi berbagai tantangan khususnya akibat pandemi Covid-19. Pada tahun ini, pemerintah memprioritaskan pada pembangunan kesehatan agar segera keluar dari pandemi dan mendorong daya beli masyarakat di pedesaan," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (8/2/2021).

Dia memaparkan, dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional 2021, Kementan juga dituntut untuk berperan aktif khususnya dalam memperkuat sistem ketahanan pangan, revitalisasi UMKM dan mendorong ekonomi pedesaan, mendukung pembangunan ramah lingkungan melalui pengembangan energi baru terbarukan, dan memitigasi perubahan iklim yang ada.

Baca Juga: APBN 2021 Dikritisi Belum Kedepankan Skenario Pemulihan

Dalam rangka merespon tantangan pembangunan nasional tersebut, Kementan memiliki lima program utama yang meliputi program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah dan daya saing industri, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Selanjutnya, program pendidikan dan pelatihan vokasi, dan program dukungan manajemen.

"Salah satu program prioritas dalam rangka akses dan konsumsi pangan berkualitas adalah melalui peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai serta pangan lokal termasuk mendukung food estate," jelasnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1389 seconds (10.55#12.26)