Ekonom Yakin Pasar Keuangan Indonesia Akan Membaik Tahun Ini
Senin, 15 Februari 2021 - 13:27 WIB
loading...
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Ekonom PT Pefindo, Fikri C Permana memprediksi bahwa kondisi pasar keuangan Indonesia akan lebih baik pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun 2020. Menurutnya, tahun ini seharusnya tekanan yang ada sudah lebih rendah.
"Karena sudah ada vaksin di 2021 ini. Tetapi tetap saja resiko masih ada karena kita harus melihat bahwa pemulihan ekonomi ini akan seperti apa karena tentunya ini akan bergantung pada individu yang ada di masyarakat," ucapnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (15/2/2021).
(baca juga: Hati-hati Pak Jokowi, Ekonomi RI Bisa Meroket ke Bawah Lagi )
Fikri menambahkan, secara keseluruhan hal ini akan berbalik kepada masing-masing pemerintah dan kepada masing-masing individu bagaimana untuk mendorong kepercayaan masyarakat untuk memulai konsumsi, memperbaiki investasi dan juga mendorong hal-hal produktif.
Sebab, dalam beberapa waktu terakhir walaupun suku bunga berada di level yang rendah stimulus fiskal juga diberikan dengan nilai yang cukup tinggi dan stimulus apapun yang diberikan ternyata tidak berdampak banyak terhadap sisi produksi atau sektor riil yang ada di Indonesia atau di global.
Selain itu, stabilitas pasar keuangan di tahun 2021 dinilai cukup ditunjang dengan kebijakan fiskal dan moneter yang sangat-sangat akomodatif dan juga ekspansif.
(baca juga: CDC: Vaksin COVID untuk Anak Tersedia September 2021 )
"Karena sudah ada vaksin di 2021 ini. Tetapi tetap saja resiko masih ada karena kita harus melihat bahwa pemulihan ekonomi ini akan seperti apa karena tentunya ini akan bergantung pada individu yang ada di masyarakat," ucapnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (15/2/2021).
(baca juga: Hati-hati Pak Jokowi, Ekonomi RI Bisa Meroket ke Bawah Lagi )
Fikri menambahkan, secara keseluruhan hal ini akan berbalik kepada masing-masing pemerintah dan kepada masing-masing individu bagaimana untuk mendorong kepercayaan masyarakat untuk memulai konsumsi, memperbaiki investasi dan juga mendorong hal-hal produktif.
Sebab, dalam beberapa waktu terakhir walaupun suku bunga berada di level yang rendah stimulus fiskal juga diberikan dengan nilai yang cukup tinggi dan stimulus apapun yang diberikan ternyata tidak berdampak banyak terhadap sisi produksi atau sektor riil yang ada di Indonesia atau di global.
Selain itu, stabilitas pasar keuangan di tahun 2021 dinilai cukup ditunjang dengan kebijakan fiskal dan moneter yang sangat-sangat akomodatif dan juga ekspansif.
(baca juga: CDC: Vaksin COVID untuk Anak Tersedia September 2021 )
Lihat Juga :