Ini Lho Penyebab Makin Banyak Orang Fakir di Indonesia
Senin, 15 Februari 2021 - 13:57 WIB
loading...
Untuk mengurangi dampak negatif Covid-19, pemerintah memberikan bansos kepada keluarga tidak mampu. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin per September 2020 sebanyak 27,55 juta orang atau setara dengan 10,19% dari total penduduk.
Jika dibandingkan dengan September 2019 yang sebanyak 9,22 juta orang, jumlah penduduk miskin pada bulan September 2020 naik 2,76 juta orang atau naik 0,97% poin.
(baca juga: Pagebluk Covid-19, Orang Miskin RI Tembus 27,55 Juta Jiwa )
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat kemiskinan di Indonesia meningkat. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus di 2020, serta pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.
"Pertumbuhan ekonomi minus yang menyebabkan permintaan rumah tangga rendah, serta adanya Covid-19," kata Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021).
Lanjutnya, meski ada kenaikan kemiskinan akibat pandemi, ini tidak setinggi yang diduga oleh berbagai lembaga. Salah satunya, Bank Dunia (World Bank) yang pada Juni 2020 lalu memprediksi tingkat kemiskinan di Indonesia.
(baca juga: Duh, Jurang Antara Si Kaya dan Miskin Makin Lebar )
Dalam laporan tersebut, World Bank membuat simulasi bila tidak ada bantuan dari pemerintah berupa perlindungan sosial, maka angka kemiskinan Indonesia bisa naik 10,7% hingga 11,6%. "Kemiskinan Indonesia di bawah 1% poin bila dibandingkan dengan masa pra Covid-19," tandasnya.
Jika dibandingkan dengan September 2019 yang sebanyak 9,22 juta orang, jumlah penduduk miskin pada bulan September 2020 naik 2,76 juta orang atau naik 0,97% poin.
(baca juga: Pagebluk Covid-19, Orang Miskin RI Tembus 27,55 Juta Jiwa )
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat kemiskinan di Indonesia meningkat. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus di 2020, serta pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.
"Pertumbuhan ekonomi minus yang menyebabkan permintaan rumah tangga rendah, serta adanya Covid-19," kata Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021).
Lanjutnya, meski ada kenaikan kemiskinan akibat pandemi, ini tidak setinggi yang diduga oleh berbagai lembaga. Salah satunya, Bank Dunia (World Bank) yang pada Juni 2020 lalu memprediksi tingkat kemiskinan di Indonesia.
(baca juga: Duh, Jurang Antara Si Kaya dan Miskin Makin Lebar )
Dalam laporan tersebut, World Bank membuat simulasi bila tidak ada bantuan dari pemerintah berupa perlindungan sosial, maka angka kemiskinan Indonesia bisa naik 10,7% hingga 11,6%. "Kemiskinan Indonesia di bawah 1% poin bila dibandingkan dengan masa pra Covid-19," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :