Kemenparekraf Dorong Prioritas Vaksin Covid-19 dan Stimulus untuk Pulihkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 20 Februari 2021 - 09:17 WIB
loading...
Kemenparekraf Dorong...
foto/dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan ada sebanyak 34 juta pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mayoritasnya adalah pelaku usaha di sektor informal, pelaku usaha mikro, dan ultra mikro.

"Saya mengusulkan agar 34 juta pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini agar dapat diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19," ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2/2021).

Dikatakannya, ini amat bergantung pada ketersinggungan vaksin dan koordinasi Kemenparekraf dengan menteri kesehatan, bersama instansi dan kementerian lembaga terkait. ( Baca juga:BI Targetkan Penambahan Merchant QRIS di Sumut hingga 500 Ribu Tahun Ini )

Sandiaga Uno melihat apabila vaksinasi dapat dimulai bulan Maret 2021, maka harapannya dalam waktu 12 bulan di Bali dan sejumlah wilayah prioritas pariwisata diutamakan.

"Kita sudah menyampaikan hal ini kepada Kementerian Kesehatan dan kita harapkan agar mendapatkan respons positif. Kita menginginkan jika memungkinkan bahwa masuk dalam tahap penyuntikan segera di tahap kedua ini," tambah Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengaku amat mendukung vaksinasi gotong royong, terutama beberapa pelaku usaha besar yang mendaftarkan untuk para karyawannya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

"Saya dengar mereka harus membeli vaksin tersebut dari BUMN dan akan diberikan kepada karyawan secara cuma-cuma. Ini harus didorong karena ini bagian dari kemitraan pengusaha dan pemerintah sama-sama bergotong-royong untuk mengatasi Covid-19," kata Sandiaga Uno.

"Dan ditargetkan 24-30 juta yang bisa diselesaikan melalui jalur vaksinasi gotong-royong. Untuk pendaftaran semua satu pintu melalui Kadin dan PHRI. Kami melakukan monitor terhadap data tersebut yang kita harapkan sudah terverifikasi dan tervalidasi," lanjut Sandiaga Uno.

Para pengusaha tersebut kata Sandiaga Uno amat berkomitmen karena ini sangat memberikan dampak kepastian kemampuan kita untuk kembali ke normal baru. Dengan angka vaksin mencapai 70%.

Terkait bantuan pembiayaan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang diajukan bersama-sama oleh pengusaha dan pemerintah Pemprov Bali jumlahnya adalah Rp9,4 Triliun dengan skema soft loan membantu likuiditas untuk menghindari tambahan PHK dan karyawan yang dirumahkan.

"Namun kami juga mengajukan secara bersamaan satu pemikiran agar ada kredit pemulihan untuk pariwisata (KPP) dan ekonomi kreatif. KPP ini kredit pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif anggaran awalnya Rp3 triliun," tutur Sandiaga Uno.

"Kami sudah berbicara dengan OJK dan PEN, sekarang kami sedang menyiapkan datanya. Kami harapkan data tambahan dari industri dan sistem big data kita, data pemerintah daerah, terus digodok dan dipadukan dan sudah diberikan ke PEN sudah mendapatkan respons yang baik," ungkap Sandiaga Uno. ( Baca juga:Tampil Perdana di Konferensi Keamanan Munich, Biden: Amerika Kembali )

Kemenparekraf baru saja mendapatkan kabar bahwa akan memulai pembahasan dalam waktu dekat, harapannya agar bisa segera diputuskan sehingga membantu masyarakat yang berada di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Dan stimulus pariwisata yang sudah kita ajukan sedang dalam pembahasan oleh Komite PEN dan kami harap bisa dikucurkan saat vaksinasi berjalan. Kita harus terus disiplin mengedepankan protokol kesehatan 3T dan 3M," tandas Sandiaga Uno.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
IPB dan Unpad Adu Inovasi...
IPB dan Unpad Adu Inovasi Berdayakan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Gunung Padang
ASEAN-India Bazaar 2026...
ASEAN-India Bazaar 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis Lintas Kawasan
Akad Massal KUR 1.000...
Akad Massal KUR 1.000 UMKM, BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali
Menpar Widiyanti Pamer...
Menpar Widiyanti Pamer Sumbangan Sektor Pariwisata ke Pertumbuhan Ekonomi, Sebesar Apa?
Sektor Ekraf Serap 27,4...
Sektor Ekraf Serap 27,4 Juta Pekerja, CapCut Dorong Digitalisasi Konten
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Rekomendasi
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Berita Terkini
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved