Maybank Indonesia Raup Laba Bersih Rp1,3 Triliun di 2020
Minggu, 21 Februari 2021 - 07:26 WIB
loading...
Maybank Indonesia mencatatkan perolehan laba bersih Rp1,3 triliun di 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan perolehan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp1,3 triliun dalam Laporan Keuangan untuk tahun 2020, turun dibandingkan perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan kinerja terpengaruh oleh tantangan yang tak diduga akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, tegas dia, perseroan mampu mengatasi penurunan pertumbuhan pendapatan dari kredit dengan menjaga fee income yang dikontribusikan oleh pendapatan dari Global Market, Wealth Management dan Bancassurance.
Baca Juga: Perbankan Ditabrak Pandemi, Saham Himbara Masih Layak Dikoleksi
"Di saat yang sama, pembatasan kegiatan masyarakat dan kebijakan social distancing telah mengubah perilaku konsumen untuk lebih mengandalkan transaksi secara online. Hal ini mempercepat pertumbuhan digital banking kami," kata Taswin dalam keterangan tertulis, Minggu (21/1/2021).
Maybank mencatat peningkatan yang signifikan pada transaksi digital banking baik di segmen ritel maupun korporasi seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan digital di tengah kondisi pandemi Covid-19. Total volume transaksi yang dilakukan melalui M2U (platform digital banking untuk nasabah ritel) di tahun 2020 melonjak 110% menjadi 10 juta transaksi.
Total dana pihak ketiga yang dihimpun melalui platform M2U melonjak 190,2% menjadi Rp3,4 triliun. Sementara, total volume transaksi melalui M2E (platform digital banking untuk nasabah korporasi) naik sebesar 36,2% menjadi 970.000 transaksi dan penghimpunan dana melalui platform ini melonjak 78,8% menjadi Rp14 triliun.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan kinerja terpengaruh oleh tantangan yang tak diduga akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, tegas dia, perseroan mampu mengatasi penurunan pertumbuhan pendapatan dari kredit dengan menjaga fee income yang dikontribusikan oleh pendapatan dari Global Market, Wealth Management dan Bancassurance.
Baca Juga: Perbankan Ditabrak Pandemi, Saham Himbara Masih Layak Dikoleksi
"Di saat yang sama, pembatasan kegiatan masyarakat dan kebijakan social distancing telah mengubah perilaku konsumen untuk lebih mengandalkan transaksi secara online. Hal ini mempercepat pertumbuhan digital banking kami," kata Taswin dalam keterangan tertulis, Minggu (21/1/2021).
Maybank mencatat peningkatan yang signifikan pada transaksi digital banking baik di segmen ritel maupun korporasi seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan digital di tengah kondisi pandemi Covid-19. Total volume transaksi yang dilakukan melalui M2U (platform digital banking untuk nasabah ritel) di tahun 2020 melonjak 110% menjadi 10 juta transaksi.
Total dana pihak ketiga yang dihimpun melalui platform M2U melonjak 190,2% menjadi Rp3,4 triliun. Sementara, total volume transaksi melalui M2E (platform digital banking untuk nasabah korporasi) naik sebesar 36,2% menjadi 970.000 transaksi dan penghimpunan dana melalui platform ini melonjak 78,8% menjadi Rp14 triliun.
Lihat Juga :