Jumlah Investor di Pasar Modal RI Capai 4,4 Juta per Februari 2021

loading...
Jumlah Investor di Pasar Modal RI Capai 4,4 Juta per Februari 2021
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok SINDOphoto/Astra Bonardo
JAKARTA - Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini merupakan catatan positif di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya sejumlah pembatasan.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) , Hasan Fawzi mengatakan, dengan adanya solusi digital yang mudah dan menjadi umum diadopsi oleh semua pihak, pelaku bisnis yang sementara waktu belum bisa melakukan kegiatan usaha di bidang lain telah menbuat lonjakan rekor pertambahan dari sisi jumlah investor baik investor pasar modal secara total maupun investor saham.

Dia menyontohkan, pada tahun 2020 terdapat penambahan jumlah investor saham dari 1,1 juta investor saham menjadi 1,69 juta investor saham. Untuk total investor sendiri dari 2,48 juta bertambah menjadi 3,88 juta. Tren ini terkonfirmasi dan terindikasi terus terjadi bahkan di awal tahun ini dimana terlihat adanya kembali lonjakan pertambahan jumlah investor.

(Baca juga: Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.272 )



"Jadi, per 22 Februari angka total investor kita sebenarnya sudah mencapai angka 4,4 juta investor di pasar modal, untuk investor saham sudah tercatat angka 2,03 juta. Jadi, milestones 4 juta investor pasar modal, kemudian 2 juta investor saham itu sudah terlampaui di awal tahun ini," ujar Hasan dalam acara Edukasi Wartawan BEI, Selasa (23/2/2021).

Hasan menambahkan, kenaikan juga terlihat dari investor yang aktif melakukan transaksi setiap harinya turut mengalami lonjakan yang luar biasa, dimana pada akhir 2019, baru sekitar 54.000 saja investor yang setiap harinya aktif bertransaksi, dan sepanjang 2020 tercatat rata-rata naik hampir dua kali lipatnya menjadi 94.700 yang aktif bertransaksi setiap hari.

"Tapi angka yang luar biasa sepanjang Januari 2021 angka itu melonjak kembali di angka 251.400 jumlah investor yang secara harian aktif melakukan transaksi saham," kata dia.



(Baca juga: Kementerian ATR/BPN Ungkap Penyebab Investor Borong Lahan Persawahan )

Dengan adanya torehan tersebut, dia menyebut bahwa dari awal tahun 2020 sudah naik hampir 5 kali lipat total jumlah investor yang aktif bertransaksi setiap hari. "Itu lah mungkin yang jadi penjelasan kenapa turn over, volume, frekuensi terutama itu naik demikian tinggi dibanding posisi awal tahun 2020," ucapnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top