Digitalisasi Jembatani Koperasi untuk Keluar dari Zona Nyaman
Selasa, 23 Februari 2021 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Trust dan interoperabilitas sesama koperasi dan koperasi ke pelaku bisnis lain sangat rendah, dan yang mendasar belum menggunakan teknologi digital secara optimal. Serba setengah menjadikan koperasi tidak pernah mencapai skala bisnis yang besar atau konglomerasi.
Memang tidak mudah mengubah paradigma dan model bisnis di koperasi. Koperasi perlu keluar dari zona nyamannya selama ini dan menggandeng perkembangan teknologi agar bisa melayani para anggotanya secara lebih efektif dan optimal.
(Baca juga: Emiten Kelompok Teknologi Catatkan Pertumbuhan Tertinggi di Bursa )
Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Agung Sudjatmoko mengatakan, koperasi membutuhkan revolusi mindset dan strategi bisnis menyongsong masa depan. Aset Digital menjadi salah satu yang harus dibangun di Gerakan koperasi.
"Teknologi blockchain menciptakan sistem bisnis yang transparan, menggunakan aset digital dan sebagai sistem bisnis yang bisa membangun trust serta memberikan jaminan keamanan atas para pelakunya," ujarnya, dikutip Selasa (23/2/2021).
Memang tidak mudah mengubah paradigma dan model bisnis di koperasi. Koperasi perlu keluar dari zona nyamannya selama ini dan menggandeng perkembangan teknologi agar bisa melayani para anggotanya secara lebih efektif dan optimal.
(Baca juga: Emiten Kelompok Teknologi Catatkan Pertumbuhan Tertinggi di Bursa )
Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Agung Sudjatmoko mengatakan, koperasi membutuhkan revolusi mindset dan strategi bisnis menyongsong masa depan. Aset Digital menjadi salah satu yang harus dibangun di Gerakan koperasi.
"Teknologi blockchain menciptakan sistem bisnis yang transparan, menggunakan aset digital dan sebagai sistem bisnis yang bisa membangun trust serta memberikan jaminan keamanan atas para pelakunya," ujarnya, dikutip Selasa (23/2/2021).
Lihat Juga :