Konsolidasi dan Transformasi, BNI Siap Akselerasi Kinerja di 2021

loading...
Konsolidasi dan Transformasi, BNI Siap Akselerasi Kinerja di 2021
BNI berkomitmen mengakselerasi peningkatan kinerja melalui konsolidasi dan transformasi. Foto/ILustrasi
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melakukan konsolidasi dan transformasi untuk mengakselerasi peningkatan kinerja di 2021. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, BNI penuh optimisme dalam menyambut pemulihan ekonomi serta bisnis pada 2021 yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

"BNI saat ini melakukan proses konsolidasi dan transformasi yang cukup besar dan masif. Sehingga, akan ada banyak perubahan terkait arah bisnis kedepan," tuturnya di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Dia mengatakan, sejumlah target bisnis pun telah ditetapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan untuk bekerja lebih cepat. Menurut Royke, BNI melihat sejumlah sektor andalan yang dapat menopang kinerja di tahun ini. Sektor tersebut antara lain adalah infrastruktur, korporasi, industri pengolahan hingga industri manufaktur.

Baca Juga: Agen46 BNI Buktikan UMKM Mampu Bertransformasi Digital

Dia melanjutkan, manajemen optimistis bahwa Pemerintah berkomitmen penuh dalam mendorong pertumbuhan perekonomian ke depan, terutama dalam pemulihan ekonomi di tahun ini.



"Kami yakin Pemerintah mengoptimalkan perekonomian pada tahun ini dan ke depan. Apalagi, salah satu komitmen tersebut diwujudkan dengan pembentukan SWF yang akan dirilis di tahun ini,” tambahnya.

Sejalan dengan program transformasi, BNI ikut menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memperluas cakupan pelayanan perbankan internasional terutama pada nasabah perseroan.

"Kerja sama dengan BPKM sudah ada sebelumnya, saat ini kami perluas sejalan dengan ekspektasi pemegang saham dengan BNI. Kita mengajak nasabah-nasabah asal Indonesia untuk masuk ke pasar global atau membawa pemain baru dari luar untuk masuk ke Indonesia," jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan kelanjutan kerja sama BNI dengan BKPM ini adalah untuk memfasilitasi investor yang masuk ke dalam negeri. Karena, BNI telah memiliki banyak kantor cabang yang ada di luar negeri.

BNI berperan dalam hal memberikan informasi mengenai peran, fasilitas, dan edukasi terkait dengan peluang penanaman modal. Kemudian, BNI dapat memfasilitasi transaksi para penanam modal melalui layanan jasa perbankan yang dibutuhkan oleh para investor.



"Kita saling melengkapi dengan juga pembukaan cabang di beberapa tempat yang memiliki potensi hubungan dagang besar dengan Indonesia," tutup Royke.

Baca Juga: Kerja Sama BNI-BKPM Mudahkan Investasi ke dalam dan Luar Negeri

BNI juga berkomitmen untuk menyalurkan kredit namun dengan menjalankan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari upaya perusahaan untuk menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan-NPL) dalam tingkat yang aman.

"Jadi yang dikhawatirkan memang terkait nasabah yang direstrukturisasi ini. Oleh karena itu, kita pantau terus secara rutin, kita adakan questionnaire melihat kemampuan mereka, sehingga perlahan-lahan kita bagi, yang mana yang high risk, moderat,. dan low risk. Kami kelompokan supaya BNI punya pencadangan yang cukup apabila terjadi NPL," ujar Royke.

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah dapat memberikan jaminan keberlangsungan atas proyek-proyek yang dijalankan badan usaha milik negara (BUMN).

"Yang harus dijaga bagaimana masyarakat tetap confidence untuk belanja dan melakukan mobilisasi. Pemerintah juga perlu adakan banyak penjaminan proyek-proyek infrastruktur dan korporasi," tegasnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top