Kinerja PT Vale Indonesia Ajib: Pendapatan Turun, Labanya Naik

Jum'at, 26 Februari 2021 - 08:47 WIB
loading...
Kinerja PT Vale Indonesia...
Foto/PT Vale Indonesia Tbk
A A A
JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan meraup laba sebesar USD82,81 juta atau lebih tinggi 44,28% persen dibanding tahun 2019 yang sebesar USD57,40 juta.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar 764,74 juta dolar AS atau turun 2,20% dari tahun sebelumnya yang sebesar USD782,01 juta. ( Baca juga:Laba United Tractors Tergusur 46 Persen Lebih )

Pendapatan perseroan terdiri atas penjualan kepada VCL dan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd. Penjualan kepada VCL tercatat USD612,04 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD625,42 juta. Kemudian, penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd tercatat USD152,69 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD156,58 juta.

CEO Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan, perseroan telah memproduksi 72.237 metrik ton (“t”) nikel dalam matte di tahun 2020 atau 2% lebih tinggi dibandingkan produksi tahun 2019.

“Kami bangga sekaligus berterima kasih atas pencapaian ini. Ini jelas merupakan hasil kerja keras semua karyawan di perusahaan," ujar Nico dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (26/2/2021).

INCO mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan 4% menjadi USD640,4 juta dari sebelumnya USD664,3 juta. Penyebab utama turunnya beban pokok pendapatan adalah harga bahan bakar dan batu bara yang lebih rendah.

Pada tahun 2020, konsumsi HSFO dan diesel mengalami penurunan masing-masing sebesar 8% dan 12%, sementara konsumsi batu bara naik sebesar 15% bila dibandingkan dengan tahun 2019. Kenaikan konsumsi batu bara ini diimbangi dengan penurunan konsumsi HSFO dan diesel. Harga HSFO, diesel dan batubara mengalami penurunan masing-masing sebesar 36%, 31%, dan 17%.

Kas dan setara kas perseroan pada 31 Desember 2020 sebesar USD388,7 juta atau naik sebesar USD139,6 juta dari saldo pada 31 Desember 2019. ( Baca juga: 90 Pengungsi Rohingya Hanyut di Tengah Laut Andaman Beberapa Pekan )

"Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktivitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama perseroan, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi," kata dia.

INCO mencatatkan liabilitas sebesar USD294,27 juta dan ekuitas USD2,02 miliar. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi USD2,31 miliar dibanding tahun 2019 sebesar USD2,22 miliar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Rupiah dalam Pusaran...
Rupiah dalam Pusaran Greenback
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved