UMKM Terhubung Marketplace Digital Baru 13%, Teten: Potensi Masih Besar
Jum'at, 26 Februari 2021 - 22:44 WIB
loading...
UMKM yang terhubung dengan marketplace digital jumlahnya baru 13%. Artinya, potensi pemanfaatan marketplace digital oleh pegiat UMKM masih sangat besar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki sempat mengungkapkan bahwa banyak UMKM yang bisa bertahan karena sudah terhubung ke marketplace digital dan juga melakukan inovasi produk yang sesuai dengan market baru. Hanya saja jumlahnya masih minim yakni baru 13%.
"UMKM yang terhubung dengan marketplace digital jumlahnya baru 13%. Artinya, potensi pemanfaatan marketplace digital oleh pegiat UMKM masih sangat besar. Ini untuk memenuhi permintaan pasar yang juga masih sangat tinggi," ujar Teten di Jakarta, Jumat (26/2/2021).
Baca Juga: Banjir Seller China di E-Commerce Kita, RI Sasaran Empuk Pasar Digital Pandemi menjadi momentum tersendiri bagi industri marketplace. Data Bank Indonesia (BI) mencatatkan transaksi perdagangan elektronik meningkat hampir dua kali lipat di tengah pandemi. Jumlahnya melonjak dari 80 juta transaksi pada Agustus 2019 menjadi 140 juta transaksi pada Agustus 2020.
Pemerintah bersama marketplace lokal, seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blibli, pun sampai saat ini masih gencar mengedepankan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia sebagai upaya mendorong UMKM lokal go digital sekaligus mengajak masyarakat membeli produk buatan dalam negeri untuk menyelamatkan ekonomi.
Berdasarkan data SimilarWeb kategori Marketplace di Indonesia selama periode Januari 2021, Tokopedia memimpin dengan traffic share sebesar 32,04%. Jumlah kunjungan bulanan ke layanan e-commerce tersebut sebanyak 129,1 juta. Porsi kunjungan melalui mobile mendominasi sebesar 62,7%, sedangkan dari desktop 37,3%. Rata-rata durasi kunjungan 6 menit 37 detik
"UMKM yang terhubung dengan marketplace digital jumlahnya baru 13%. Artinya, potensi pemanfaatan marketplace digital oleh pegiat UMKM masih sangat besar. Ini untuk memenuhi permintaan pasar yang juga masih sangat tinggi," ujar Teten di Jakarta, Jumat (26/2/2021).
Baca Juga: Banjir Seller China di E-Commerce Kita, RI Sasaran Empuk Pasar Digital Pandemi menjadi momentum tersendiri bagi industri marketplace. Data Bank Indonesia (BI) mencatatkan transaksi perdagangan elektronik meningkat hampir dua kali lipat di tengah pandemi. Jumlahnya melonjak dari 80 juta transaksi pada Agustus 2019 menjadi 140 juta transaksi pada Agustus 2020.
Pemerintah bersama marketplace lokal, seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blibli, pun sampai saat ini masih gencar mengedepankan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia sebagai upaya mendorong UMKM lokal go digital sekaligus mengajak masyarakat membeli produk buatan dalam negeri untuk menyelamatkan ekonomi.
Berdasarkan data SimilarWeb kategori Marketplace di Indonesia selama periode Januari 2021, Tokopedia memimpin dengan traffic share sebesar 32,04%. Jumlah kunjungan bulanan ke layanan e-commerce tersebut sebanyak 129,1 juta. Porsi kunjungan melalui mobile mendominasi sebesar 62,7%, sedangkan dari desktop 37,3%. Rata-rata durasi kunjungan 6 menit 37 detik
Lihat Juga :