Terungkap! Kendala Panas Bumi Masih Soal Harga Pengembang vs PLN

Senin, 01 Maret 2021 - 14:40 WIB
loading...
Terungkap! Kendala Panas...
Ilustrasi. FOTO/Istimewa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Panas Bumi Indonesia mencatat pembentukan Holding BUMN Geothermal atau Panas BUMI akan mendorong percepatan kemandirian energi dalan negeri. Pembentukan holding tersebut selaras dengan program pemerintah untuk mendorong kemandirian energi nasional.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Priyandaru Effendi mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya Kementerian BUMN tersebut. Menurutnya, aksi korporasi itu sebagai wujud nyata untuk mengefisiensikan sektor panas bumi di Indonesia.

"Kalau nanti terealisasi, saya apresiasi. Ini suatu langkah positif yang diinisiasikan oleh pemerintah untuk menyatukan BUMN panas bumi yang saat ini ada tiga di Indonesia. Tentu saja dengan tujuan untuk mensinergikan dan bisa lebih mengefisiensikan operasinya ke depan dan juga untuk bisa memobilisasi modal untuk ekspansi," ujar dia dalam sesi wawancara dengan TV Nasional, Senin (1/3/2021).

Pembentukan Holding Panas Bumi juga mendorong percepatan pengembangan industri panas bumi dalam negeri. Meski begitu, masih ada kendala yang dialami saat ini. Priyandaru menilai, selama ini persoalan pengembangan panas bumi terletak pada persoalan harga, karena adanya disparitas harga.

Harusnya, patokan harga energi panas bumi bagi perusahaan pengguna dan industri pengembang berada pada posisi saling menguntungkan. Namun, dia tidak mengelak bahwa harga panas bumi juga harus terjangkau bagi PT PLN (Persero) sebagai perusahaan pengguna energi panas bumi.

Dalam catatanya, harha industri panas bumi hampir sama dengan minyak dan gas, yang harus melakukan eksplorasi dan memiliki risiko tinggi dengan kegagalan rata-rata 50 persen. Bedanya, industri migas pembelinya banyak dan harga sesuai market.

Karenanya langkah terobosan bagi pemerintah untuk menurunkan biaya dan risiko tekanan harga perlu dilakukan. "Pembeli panas bumi hanya PLN yang harga jual listrik ke masyarakat tidak boleh didasarkan nilai keekonomian sehingga PLN punya keterbatasan, sementara dari pengembang kita punya harga keekonomian, kita harap harga yang kita jual sesuai nilai keekonomian," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Dua Hari Terganggu,...
Dua Hari Terganggu, Sistem Kelistrikan di Sumbar Kembali Pulih 100%
Terungkap Penyebab Padam...
Terungkap Penyebab Padam Listrik Massal di Sumatera: Cuaca Buruk hingga Efek Banjir Bandang
4,8 Juta Pelanggan PLN...
4,8 Juta Pelanggan PLN di Pulau Sumatera Masih Terdampak Mati Listrik Serempak
Dirut PLN Ungkap Kronologi...
Dirut PLN Ungkap Kronologi dan Penanganan Insiden Padam Listrik Masal di Pulau Sumatera
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Perang AS-Iran Picu...
Perang AS-Iran Picu Rencana Pembangunan PLTN di Asia dan Afrika
Mau Jadi Pegawai PLN?...
Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Rekomendasi
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved