Tren Kasus Covid-19 Bali Menurun, Sandiaga Uno Yakinkan Travel Bubble Siap Dibuka

Rabu, 03 Maret 2021 - 16:51 WIB
loading...
Tren Kasus Covid-19...
Tren kasus virus corona atau covid-19 yang terus menurun dalam sepekan terakhir dinilai Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai bukti siap dibukanya travel bubble di Bali. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tren kasus virus corona atau covid-19 yang terus menurun dalam sepekan terakhir dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno sebagai bukti siap dibukanya travel bubble di Bali. Konsep pariwisata yang dibalut dalam program free covid corridors itu disampaikan Sandiaga Uno akan diuji cobakan di dua destinasi unggulan, Bali, yakni Nusa Dua dan Ubud dalam waktu dekat.

Kepercayaan diri itu disampaikan Sandiaga Uno dalam rapat koordinasi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo serta sejumlah Duta Besar yang digelar secara virtual pada hari ini.

"Kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi dengan Sekjen Kemenlu bersama-sama dengan kehadiran duta besar negara yang merupakan market-market besar, seperti Eropa, Timur Tengah, Asia dan Australia," papar Sandiaga Uno pada Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Rapat dengan Dubes India, Sandiaga Buka Peluang Travel Bubble Kedua Negara

"Kita bermaksud untuk memberikan informasi terkini dan menselaraskan, juga mengintegrasikan satu pesan dan narasi yang sama, bahwa kita sedang menyiapkan untuk membuka kembali pariwisata di Indonesia," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menekankan soal tren menurunnya angka covid-19 di Indonesia, khususnya di sejumlah destinasi wisata nasional. Misalnya, Bali yang diungkapkannya berhasil menurunkan kasus covid-19 lewat program PPKM mikro dalam sepekan belakangan.

Merujuk kabar baik itu, Sandi berharap agar para Dubes dapat mensosialisasikan, mempromosikan, sekaligus memamerkan Bali kepada para wisatawan mancanegara. Selain itu, meyakinkan mereka mengenai Bali yang hanya akan dibuka jika memiliki kasus covid-19 yang rendah sekaligus menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat dan disiplin 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Selain itu, seluruh pelaku usaha parekraf katanya telah memenuhi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) bersamaan dengan penerapan 3T, yakni testing, tracing dan treatment dari Pemprov Bali.

"Kami menyiapkan Free Covid Corridors, ada dua zona yang diusulkan oleh seluruh instansi terkait, termasuk Pemerintah Daerah bahwa Nusa Dua dan Ubud yang diusulkan menjadi destinasi yang diklasifikasikan sebagai Green Zone," ungkap Sandiaga Uno.

"Dengan harapan ada 120.000 vaksin bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dan masyarakat di Nusa Dua dan Ubud," tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, para duta besar menanggapi juga perubahan tren dari pariwisata di Eropa, Timur Tengah, Asia dan Australia, termasuk Jepang terkait keinginan berwisata akan dimulai pada tahun 2021 setelah vaksinasi covid-19 massal. Oleh karena itu, dirinya berharap vaksin covid-19, khususnya bagi pelaku parekraf yang lebih terdistribusi.

Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan dari segi wisatawan mancanegara pada tahun 2022 mendatang. "Fokus kita memang baru kepada wisatawan nusantara, tapi ini juga kesempatan kita untuk memastikan pariwisata ini dibuka dengan satu adaptasi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ungkap Sandiaga Uno.

"Kami juga menyuarakan bahwa untuk wisawatan yang nakal, tidak patuh terhadap protokol kesehatan setelah tentunya diberi beberapa peringatan, kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, seperti mendeportasi para wisatawan tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Perketat Testing Tracing, Indonesia-Singapura Siap Terapkan Travel Bubble

"Jadi mohon ini disosialisasikan juga kepada pasar-pasar wisatawan yang sekarang sudah bersiap-siap, seperti Inggris, Jerman, India, Jepang dan juga Timur Tengah, termasuk juga Australia," tambah Sandiaga Uno.

Lewat kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Kementerian dan lembaga hingga Pemerintah Daerah serta pihak swasta, dirinya berharap tercipta langkah terpadu dalam percepatan pemulihan sektor parekraf nasional.

"Kita harapkan pariwisata bisa segera bangkit, karena membangkitkan pariwisata sama dengan mengembalikan ekonomi kita.Dan prestige kita ini di Bali, setelah Bali mungkin bisa menyusul beberapa daerah lain seperti Kepulauan Riau, Batam dan Bintan maupun beberapa destinasi lainnya," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Water Taxi Bakal Dikembangkan...
Water Taxi Bakal Dikembangkan di Bali, Bandara Ngurah Rai ke Canggu Cuma 30 Menit
Sambut Libur Keagamaan,...
Sambut Libur Keagamaan, PLN Siapkan 142 SPKLU dan Pasokan Listrik Berlapis di Bali
Bandara I Gusti Ngurah...
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Tutup 24 Jam saat Hari Raya Nyepi
Imbas Perang Iran vs...
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari Bali ke Timteng Terganggu
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Rekomendasi
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved